HarianBernas.com – Qatar sudah dipastikan bakal menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Namun rencana negara kaya minyak tersebut untuk menggelar Piala Dunia pertamanya tidak lepas dari rintangan. Arabian Business memberitakan kalau Qatar memangkas anggaran Piala Dunianya hingga sebesar 50 persen.
Dampak dari pemangkasan tersebut adalah lebih sedikitnya stadion yang kelak bakal digunakan untuk menggelar pertandingan-pertandingan Piala Dunia. Qatar dilaporkan hanya akan menggunakan 8 stadion untuk keperluan Piala Dunia. Ketika Qatar mengajukan diri menjadi tuan rumah, Qatar awalnya berjanji kalau pihaknya bakal menyediakan 12 stadion selama perhelatan Piala Dunia.
Hassan Al Thawadi menjelaskan alasan mengapa Qatar melakukan pemotongan anggaran Piala Dunia. ?Kami ingin memastikan ada pertanggungjawaban dalam hal keuangan terkait infrastruktur Piala Dunia,? jelas sektretaris jenderal komite penyelenggara Piala Dunia 2022 tersebut. Qatar juga dilaporkan juga sudah mengajukan permohonan penggantian jumlah stadion kepada FIFA.
Belum ada tanggapan resmi dari FIFA terkait permohonan Qatar tersebut. Namun jika permohonan tadi dikabulkan, Piala Dunia 2022 akan menjadi Piala Dunia dengan jumlah stadion tersedikit sejak tahun 1978. CNN Money memperkirakan kalau penyelenggaraan Piala Dunia 2022 bakal menelan biaya 10 milyar dollar, di mana mayoritas biaya tersebut digunakan untuk keperluan infrastruktur.
Selain masalah berkurangnya jumlah stadion yang bakal digunakan, Qatar juga dipusingkan oleh tuduhan pengekangan tenaga kerja yang diterjunkan untuk membangun stadion. Survei yang dilakukan oleh lembaga Impactt asal Inggris menunjukkan kalau 5 dari 10 perusahaan yang terlibat dalam proyek ini tidak memberikan hari libur minimal 1 hari setiap pekannya kepada para buruhnya.
