HarianBernas.com – Konten pemasaran atau content marketing merupakan suatu hal yang penting dan harus diperhatikan oleh tim pemasaran di seluruh perusahaan. Traffic yang dihasilkan dari konten pemasaran ini delapan kali lebih tinggi jika dibandingkan dengan konten lainnya. Padahal biaya yang digunakan untuk konten pemaasaran ini kuran dari 62 persen dari pemasaran outbond.
Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Utara yang dilakukan oleh Content Marketing Intitute diperoleh data bahwa 86 persen pemasaran telah menggunakan konten pemasaran.
Linkedln juga melakukan penelitian serupa yang menyebutkan bahwa bisnis di negara-negara barat memang telah sukses dalam menerapkan konten pemasaran. Pasalnya mereka telah menetapkan konten pemasaran sebagian strategi bisnis dalam beberapa tahun terakhir.
Berbeda dengan negara barat, di Asia Tenggara konten pemasaran ternyata baru saja ?lahir? setahun yang lalu. Pada tahun 2016 yang lalu, sebanyak 63 persen perusahaan menyatakan bahwa pihaknya akan meningkatkan produksi konten.
Sebanyak tujuh puluh persen di pemasar Asia Tenggara merasa bahwa konten yang mereka miliki masih begitu dasar dan mereka membutuhkan orang yang memiliki pengalaman pada bidang konten pemasaran.
Kilas balik tahun 2016
Tahun 2016 merupakan tahun tumbuhnya konten tersebesar di Indonesia. Hal tersebut ditunjukkan dari email pemasaran bertema yang dilakukan sebagai e-commerse, salah satunya adalah Lazada. Di Lazada tidak hanya menawarkan berbagai macam produk yang dijual secara acak kepada pelanggan tetapi e-commerse satu ini juga memberikan nilai tambahan yang dilakukan dengan membuat kategori produk, sebagai contoh ?Perlengkapan Wajib untuk Perjalananmu?.
Tokopedia juga pernah membuat video dengan tema ?Ciptakan Peluangmu?. Dalam video seri tersebut berisi tentang cerita orang sukses yang memutuskan untuk menjadi partner mereka. Tujuan dari konten ini yaitu untuk menarik lebih banyak orang supaya mau memanfaatkan Tokopedia sebagai platform jualan online.
Seakan tidak mau kalah dengan Lazada dan Tokopedia, Bukalapak juga menghadirkan kompetisi iklan yang bernama ?Festival Iklan Bukalapak?. Kompetisi ini dilakukan untuk memperingati hari kemerdekaan dan Bukalapak menyediakan hadiah fantastis bagi pemenang.
Bukalapak menantang para pembuat video untuk memproduksi iklan dengan tema ?Pahlawan?. Tujuan yang ingin dicapai dari kompetisi ini adalah untuk memperkuat brand awareness Bukalapak di tengah masyarakat.
Pada tahun 2017 ini, diharapkan untuk semua e-commerse di Indonesia semakin berani dalam memaksimalkan aktivitas konten pemasaran milik mereka. Hal tersebut dilakukan untuk mendongkrak jumlah pengunjung web, meningkatkan conversion rate, serta mendapatkan publikasi yang lebih luas.
Lalu, strategi konten pemasaran apa saja yang harus menjadi fokus e-commerse Indonesia tahun ini?
Konten video
Sudah dari tahun 2016 yang lalu, Bukalapak dan Tokopedia sudah memanfaatkan video sebagai salah satu konten bentuk pemasaran mereka. Aktivitas video di tahun lalu memang lebih banyak terfokus di YouTube, karena pada saat itu YouTube merupakan video terbaik untuk video.
Namun, seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, banyak video yang dapat kita jumpai yang diperoduksi oleh e-commerse pada platform yang beragam,
Di tahun 2017 sekarang ini, e-commerse harus memproduksi lebih banyak video dengan durasi pendek yang berguna untuk memanfaatkan plastform seperti Instagram Stories dan Facebook Stories.
Tidak hanya membuat video durasi pendek saja, tetapi Anda juga dapat membuat video live streaming yang dapat digunakan untuk memanfaatkan plastform sepertiFacebook, YouTube, dan Instagram. Fitur ini dapat digunakan oleh e-commerse untuk mempublikasikan acar yang sedang mereka adakan, video tutorial penggunaan suatu produk, sesi tanya-jawab dengan CEO, atau bisa juga digunakan untuk mengumumkan suatu berita.
Yang tidak kalah menarik adalah video tersebut memiliki format 360 derajat. Seharusnya e-commerse mau lebih berani untuk memanfaatkan gadget sepeti, Samsung 360 yang dapat dimanfaatkan untuk memperkaya konten video mereka. Model video tersebut dapat dimanfaatkan untuk office tour yang memiliki keperluan untuk merekrut, product showcase, dan sebagainya.
Sebagai seorang pemasar tentunya sangat paham terhdapat tingkat kepercayaan komsumen tinggi ketika mendengar rekomendasi dari sesama konsumen, ketimbang mendengar langsung dari perusahaan.
Hal tersebutlah yang menjadi tantangan bagi tim pemasaran e-commerse di tahun 2017.Seorang pemasar harus dapat memilih dengan cerdas dalam memilih influencer yang tepat, waktu kampanya yang tepat serta alur cerita yang ?nendang?.
Di tahun ini e-commerse tetap harus memaksimalkan kampanye influencer yang berfokus di Instagram, YouTube, serta blog. Jejaring sosial Twitter juga masih dapat digunakan, hanya saja media sosial ini tidak seramai seperti media sosial lainnya.
Perlu diingat bahwa Anda harus ?pintar? dalam memilih influencer yang ingin Anda ajak untuk berkolaborasi bersama. Anda tidak hanya memperhatikan jumlah follower saja tetapi Anda juga harus memperhatikan engagement.
Konten interaktif
Fokus dengan konten pemasaran merupakan pelanggan. Artinya, bagaimana sebuah merek dapat membrikan manfaat untuk para pelanggannya melalui konten yang mereka produksi. Konten interaktif merupakan sebuah konten yang sudah sangat terkena di pasar Eropa dan Amerika. Namun sayangnya, konten interaktif masih sangat jarang ditemui di Asia Tenggara khususnya Indonesia.
Konten interaktif ini bertujuan untuk memaparkan data dengan cara yang menarik sehingga mudah dipahami oleh pembaca. Dengan demikian, nantinya diharapkan akan ada banyak orang yang berkunjung ke web atau laman tersebut untuk mendapatkan suatu informasi.mTidak hanya pengunjung, konten interaktif seperti ini juga bisa mendapat publikasi dari media yang bermnafaat dapat meningkatkan brand awarness dan kepercayaan publik terhadap e-commerse yang bersangkutan.
Infografis bukanlah strategi baru yang ada dalam konten pemasaran, namun infografis ini masih sering digunakan karena memang masih efektif untuk memaparkan data dengan cara yang sederhana ke pembaca.
Dengan membuat konten infografis, e-commerse memiliki banyak tujuan. Tujuan tersebut diantaranya bisa untuk mengedukasi pasar dan juga media mengenai bagaimana perilaku belanja online masyarakat Indonesia, membuat gambaran langkah yang harus dilakukan oleh seseorang ketika menjadi penjaga toko online, sharing informasi mengenai layanan promosi yang mereka miliki kepada tenant, atau hanya sekedar untuk merespons tren yang ada saat itu.
Konten yang mobile-friendly
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Gifk di tahun 2016 menyebutkan bahwa skitar 93 persen pengguna internet di Indonesia lebih senang mengakses web menggunakan smartphone ketimbang menggunakan desktop.
Hasil data di atas tentunya memberikan tantangan di tahun 2017. Para pemasar harus dapat menciptakan suatu konten yang dapat dengan mudah dikonsumsi melalui smartphone. Apabila Anda ingin menggunakan infografis maka Anda harus memikirkan jenis huruf seperti apa yang ngin Anda digunakan, jangan sampai jenis huruf yang Anda gunakan terlalu kecil sehingga akan sulit untuk dibaca.
Selain itu, Anda juga harus memastikan bahwa konten tersebut harus responsif. Ukuran video yang digunakan harus sesuai dengan platform yang digunakan. Misalnya, apabila Anda ingin membuat video untuk diunggah di Instagram Stories maka Anda harus membuat video secara vertikal. Sedangkan untuk Facebook dan Youtube Anda harus membuat video secara horizontal.
Pada tahun 2017 ini nampaknya peperangan antar e-commerse di Indonesia akan semakin sengit. Semua pemain tentunya akan membuat konten sebanyak dan semenarik mungkin.
Lalu, dengan cara apa supaya Anda bisa memenangkan peperangan konten di tahun ini?
Pertama, jangan pernah malas untuk melakukan riset mendalam terhadap strategi konten pemasaran yang dilakukan oleh kompetitormu. Anda dapat melakukan riset mulai dari performa situs dan akun media milik mereka, sampai dengan kualitas dari konten yang dibuat oleh kompetitor Anda.
Kompetitor yang dimaksud disini adalah bukan hanya kompetitor yang ada di Indonesia, namun bisa saja kompetitor yang berada di luar negeri.
Kedua, Anda bisa mencoba dengan menampilkan gaya konten pemasaran yang unik. Saat banyak konten yang menampilkan video inspirasi biasanya merek lain akan mengikuti. Oleh karena itu, Anda harus melakukan hal yang berbeda dari kompetitor. Bangunlah identitas dari merek yang Anda miliki sehingga ketikapengguna melihat konten yang Anda produksi maka mereka kan ingat dengan merek Anda.
Yang terpenting, Anda perlu mengubah pola pikir: ibaratnya konten pemasaran itu seperti lomba lari maraton, bukan sprint. Dalam lomba sprint pelari akan berlaku sekencang-kencangnya untuk mencapai garis finish yang relatif pendek.
Jika dilihat e-commerse di Indonesia banyak yang menerapkan seperti lari sprint bukan maraton. Mereka lebih memilih menghabiskan uang sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan traffic yang besar, mendapatkan jutaan follower di media sosial dan masih banyak aktivitas lain yang dilakukan demi mendapatkan hasil dalam waktu yang singkat.
Dampak yang dari pola pikir tersebutlah yang akan menimbulkan ketidakberlanjutan. Saat dalam keadaan uang habis jumlah traffic akan anjlok, jumlah follower di sosial media mulai berkurang, serta jumlah pengguna aplikasi pun mulai menurun.
Supaya dapat memenangkan konten di tahun ini, cobalah perlakukan aktivitas pemasaran konten sebagai ?maraton?. Dengan begitu Anda bisa melangkah secara perlahan nemun terus bertumbuh dengan baik, daripada bertumbuh secara drastis namun lama-lama turun anjlok.
Sumber: Tech in Asia
