HarianBernas.com – Publik Rusia tengah dirundung kegemparan. Pasalnya pada hari Senin (3/4/2017) pukul 14.40 waktu setempat, jalur kereta api di St. Petersburg menjadi sasaran ledakan bom. Menurut pernyataan Komite Antiteror Nasional seperti yang dikutip oleh Reuters, setidaknya 9 orang tewas akibat ledakan yang terjadi di kota pelabuhan Rusia tersebut.
Selain para korban tewas, sebanyak 20 orang lainnya dilaporkan juga menjadi korban luka. Menurut sumber yang tidak disebutkan identitasnya, ledakan terjadi akibat bom yang dipenuhi oleh potongan benda kecil. Bom tersebut meledak dari dalam sebuah gerbong kereta yang sedang berada di antara stasiun kereta Sennaya Ploshchad dan Tekhnologicheskiy.
Mobil-mobil ambulans dan pemadam kebakaran terlihat berkerumun di sekitar Sennaya Ploshchad. Serpihan material dan pecahan kaca terlihat berserakan di lokasi ledakan. Gubernur St. Petersburg Georgy Poltavchenko memperingatkan warga kotanya untuk bersikap lebih waspada dan penuh perhatian seusai insiden.
Semua stasiun kereta di St.Petersburg diperintahkan untuk ditutup untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya aksi ledakan susulan. Menurut petugas penyelamat St. Petersburg, ledakan terjadi sebanyak 2 kali. Namun menurut pemadam kebakaran, hanya ada 1 ledakan yang terjadi di tempat kejadian perkara.
Belum diketahui siapa pelaku ledakan ini. Namun kelompok militan ISIS atau pemberontak Chechnya diperkirakan mungkin berada di balik insiden berdarah ini. Rusia diketahui menerjunkan pasukannya di Suriah untuk memerangi kelompok pemberontak yang salah satunya adalah ISIS. Sementara Chechnya merupakan daerah di Rusia selatan yang sejak runtuhnya Uni Soviet menjadi arena konflik separatisme.
