HarianBernas.com – Dalam waktu dekat, mungkin kita bakal menjumpai boneka beruang Teddy Bear di dalam mobil-mobil polisi Estonia. Bukan, bukan karena polisi Estonia menderita masa kecil kurang bahagia, mereka lantas membawa boneka tersebut dalam mobil patrolinya. Tujuan dari rencana kebijakan unik tersebut adalah supaya polisi Estonia bisa menghibur anak-anak korban kecelakaan dan insiden traumatis lainnya.
Kebijakan tersebut berawal dari ditemukannya fakta oleh sekelompok pelajar di Estoania kalau setiap tahunnya, lebih dari seribu kecelakaan yang terjadi di tempat-tempat umum melibatkan anak-anak. Rombongan pelajar tersebut lantas berinisiatif membuat acara penggalangan dana dengan nama Traumamommik (Teddy Trauma).
Untuk memudahkan orang-orang mengakses isi kampanye penggalangan dana mereka, panitia Traumamommik juga mendirikan situs yang beralamat di www.kallikaru.ee. Mereka menyatakan kalau pihaknya membutuhkan dana sebesar 7 ribu euro sebelum tanggal 28 April. Sejauh ini mereka sudah berhasil seribu euro hasil sumbangan dari sejumlah perusahaan.
Kepolisian Estonia juga menyatakan dukungannya atas program tersebut. Margus Toomsalu selaku kepala polisi kota Paide berpendapat kalau boneka Teddy Bear bisa menjadi alat yang berguna untuk menghibur anak-anak korban kekerasan dalam rumah tangga.
Traumamommik berharap kalau per 1 Juni, seluruh mobil polisi dan penjaga perbatasan di Estonia sudah dilengkapi dengan minimal 2 boneka Teddy Bear. Anak-anak yang menerima boneka tersebut diperbolehkan membawa bonekanya pulang ke rumah jika mereka menginginkannya. Tanggal 1 Juni dipilih karena tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Anak di sejumlah negara bekas pecahan Uni Soviet.
