HarianBernas.com – Antibiotik merupakan metode yang lazim digunakan untuk mengobati penyakit pada hewan ternak. Namun penggunaan antibiotik juga memiliki dampak negatif. Menurut laporan WHO, penggunaan antibiotik secara berlebihan justru dapat menyebabkan bakteri menjadi tahan terhadap antibiotik tersebut. Sisa-sisa antibiotik yang mengendap pada daging hewan juga bisa terkonsumsi oleh manusia dan membuat penyakit menular yang menyerang manusia kian sulit diobati.
Sebuah peternakan organik yang berlokasi di Sorens, Swiss, lantas mencoba beralih ke metode pengobatan alternatif. Para peternak setempat bakal menggunakan metode akupuntur pada hewan-hewan ternak miliknya. Metode ini dilakukan sambil bekerja sama dengan tim dokter hewan dari Universitas Bern.
Metode penggunaan akupuntur ini merupakan bagian dari rencana Universitas Bern untuk mencari metode alternatif selain penggunaan obat antibiotik. Rencananya ada 80 sapi perah di peternakan Sorens yang bakal menerima terapi akupuntur. Penggunaan metode ini rencananya bakal dimulai pada bulan Mei. Universitas Bern juga sudah membuka kelas khusus untuk mereka yang berminat mendalami metode akupuntur pada hewan ternak.
Akupuntur merupakan metode pengobatan tradisional yang berasal dari Tiongkok. Terapi akupuntur dilakukan dengan cara menusukkan jarum pada titik-titik tertentu di permukaan tubuh. Akupuntur lazimnya digunakan untuk mengurangi rasa sakit dan mencegah seseorang jatuh sakit.
