HarianBernas.com-Sebagai CEO dan Founder Freespective Consulting, Sugiya Oki saat ini menekuni pekerjaan dalam bidang industri creative agency, khususnya yang berbasis dengan user experience. Ia pun meyakini kutipan dari Leonardo Da Vinci untuk mengiringi tumbuh berkembangnya bisnis usahanya ini, yaitu -Simplicity Is the Ultimate Sophistication-.
”Proses bisnis serumit apapun, harus mampu disampaikan dengan mudah sehingga orang yang mendengarnya dapat memahaminya. Keep everything as simple as possible,”ungkapnya ke Harian Bernas, (6/2).
Baca juga: Inilah 10 Sekolah Penerbangan Terbaik yang Ada di Indonesia
Atas apa yang dicapainya ini, ia tak memungkiri tentang banyak sosok yang memiliki peran atas apa yang masih dikerjakannya saat ini. “Banyak sekali, dari rekan-rekan saya di perusahaan hingga client-client saya. Mereka semua memberikan berbagai pembelajaran tentang bagaimana berjuang semaksimal mungkin, tidak mudah puas dengan pencapaian saat ini, dan bagaimana membangun relasi bisnis untuk jangka panjang,” tuturnya.
Pengagum sosok Steve Jobs ini menceritakan pengalaman uniknya yang menjadi titik balik ketika berproses sehingga menjadi seperti sekarang ini.
”Saat bekerja di kantor dulu, saya menyadari bahwa peran karyawan fresh graduate seringkali dipandang sebelah mata, khususnya saat memberikan masukan. Akan tetapi, jika konsultan yang memberikan masukan tersebut maka perusahaan dapat dengan mudah menjalankannya. Oleh karena itulah, saya memutuskan untuk berhenti bekerja di kantor setelah 1,5 bulan dan memulai usaha saya sendiri,” terangnya.
Tuntutan yang tinggi pada saat menjadi mahasiswa dengan berbagai kegiatan organisasi dan tuntutan dari client saat ini membuatnya 100% berorientasi kepada hasil, tidak kepada proses. ”Ketika kita mencapai hasil yang diinginkan maka proses pembelajaran terjadi dengan sendirinya,” imbuhnya.
Konsultan ini pun membagikan pengalaman uniknya di pekerjaan. ”Hampir setiap pekerjaan di mana saya diminta untuk melakukannya, selalu saya sanggupi terlebih dahulu. Suatu ketika, saya ditanya, ‘Apakah kamu bisa mengerjakan X?’ Jawaban saya saat itu juga adalah, ‘Oh tentu bisa!’ Padahal kenyataannya, saya tidak pernah mengetahui proses pengerjaannya. Hanya saja, saya kenal dengan orang yang bisa mengerjakannya dan membantu saya untuk menyelesaikannya,” jelasnya.
Baca juga: Jurusan IT: Pengertian, Mata Kuliah, dan Prospek Kerja Terbaru
Alumni Universitas Atma Jaya ini pun menjelaskan tentang alasannya terus menekuni bidang yang digeluti sampai sekarang ini.
”Karena saya bersemangat untuk menginformasikan kepada seluruh client saya, yaitu pentingnya untuk memiliki pandangan user experience dalam berbagai hal yang kita kerjakan. Terkadang, banyak orang menganggap sepele detil-detil yang dirasa tidak penting, padahal detil-detil tersebut mampu mempengaruhi, bahkan mengubah keputusan seseorang. Misalnya, ketika Anda mengucapkan kalimat, ‘Ini ada makanan sisa untuk kamu’ bandingkan dengan, ‘Ini ada makanan lebih untuk kamu.' Kedua hal ini sama-sama memberikan sebuah makanan kepada orang lain, tetapi kalimat kedua memiliki kesan yang jauh lebih positif dibandingkan kalimat pertama. Hal-hal sepele inilah yang kami pertimbangkan dalam berbagai service kepada client-client kami, ”tukasnya.
Sarjana Psikologi ini memaparkan tentang permasalahan yang paling sering dihadapi dalam bidang pekerjaannya. ”Deadline pekerjaan yang rata-rata mepet dari client. Yang selalu saya lakukan adalah melakukan manajemen ekspektasi terhadap client dan tim saya sendiri. Seringkali, request dari client tergolong mendesak. Akan tetapi, hal tersebut sebenarnya dapat diatur/ di-manage sedemikian rupa jika kita mampu mengidentifikasi ekspektasi client kita. Mudahnya adalah jika kita menjanjikan kepada client untuk bisa menyelesaikan pekerjaan dalam tujuh (7) hari maka idealnya kita sudah menyelesaikan pekerjaan tersebut sebelum tujuh (7) hari. Artinya, tim kita sudah menyelesaikan pekerjaan tersebut maksimal lima (5) hari setelah request diberikan. Oleh karena itu, kita bisa memberikan hasil pekerjaan kita pada hari keenam (6),” paparnya.
Ia pun menerangkan tentang tantangan yang akan dihadapi dalam bidang pekerjaan ke depannya. ”Tantangan untuk melihat berbagai permasalahan dari sudut pandang psikologis karena seringkali aspek ini tidak diperhatikan oleh semua orang. Saya menyikapinya dengan memperkaya perusahaan dengan departemen Research & Analysis. Memperkaya literatur untuk mendapatkan insight yang dapat diaplikasikan di bisnis di kemudian hari,”ucapnya.
Baca juga: 10 Universitas Jurusan Perhotelan Terbaik dan Unggul di Indonesia
Marketing Manager PT. Kingslaim Soft ini menjelaskan tentang bidang yang digeluti ini penting dilakukan dan dibagikan kepada masyarakat. ”Karena melihat permasalahan dengan menggunakan perspektif user experience maka sdapat meningkatkan awareness kita kepada orang lain, serta menumbuhkan rasa empati. Dengan melihat dari perspektif orang lain, artinya kita sendiri berempati terhadap orang lain,” ucapnya.
Ia pun membangun habit khusus untuk mendukung bidang pekerjaannya dengan membuat to-do list untuk hal-hal yang perlu dikerjakannya setiap hari. Hobinya browsing informasi di internet pun seringkali menjadi referensinya untuk berdiskusi dengan client atau dengan timnya sendiri untuk memperkaya informasi terkini. Untuk mengembalikan mood agar kembali bersemangat bekerja, ia menjawab “Tidur sejenak. Berjalan keliling ruangan. Ngisengin karyawan lain. Hehehe,” jawabnya.
Mantan Asisten Dosen di kampus kuliahnya dulu ini pun membagikan inspirasi dan sarannya kepada orang lain yang membaca kisahnya ini. “Perhatikan hal-hal kecil karena hal-hal kecil tersebut terkadang menjadi sumber hal-hal besar di masa mendatang. Untuk saran, saya masih jauh dari sukses, tapi pada intinya, selalu perhatikan hal-hal kecil karena sesuatu yang terlihat sepele terkadang justru menjadi sesuatu yang penting,” jelasnya.
Penyuka internet ini memaparkan project terdekat dan impiannya.” Untuk project, pengembangan aplikasi yang terkait dengan rekrutmen dan seleksi sumber daya manusia dengan berbasis algoritma dan big data. Untuk impian, memiliki cabang perusahaan di luar Indonesia,”pungkasnya.
Baca juga: 10 Universitas Negeri dan Swasta di Bandung serta Jurusannya
