HarianBernas.com – Benlis Butarbutar adalah pribadi yang ramah. Senyum selalu mengembang dan tampak sumringah saat menyapa orang, sekalipun kepada orang yang baru dikenalnya. Pria yang sehari-hari menjabat Chief Executive Officer (CEO) Anugerah Sejahtera Group ini cukup hangat dalam bertutur sapa, dengan aksen suara tegas khas Sumatera Utara.
Penampilan Benlis (panggilan akrabnya) tidak berlebihan untuk ukuran pucuk pimpinan yang memiliki lima anak usaha. Sementara perawakannya yang tegap menyiratkan kegemaran berolahraga.
“Saya suka olahraga. Semasa kuliah saya atlet hoki. Saya pernah ikut Pekan Olahraga Nasional mewakili DKI Jakarta lho,” seloroh pria lulusan Fakultas Sastra Prancis Universitas Indonesia ini.
Benlis mengakui, olahraga memberikan kebugaran dan pikiran pun menjadi lebih segar. Kesehatan yang prima menjadi salah satu bekal untuk bersaing dalam bisnis properti yang ketat.
Seiring waktu dan kesibukannya dalam bisnis properti, olahraga hoki tak ditekuni lagi. Sebagai CEO, Benlis sangat sibuk dan dituntut terus berinovasi dan kreatif membaca peluang untuk mengembangkan usaha. “Tapi, sekarang saya melakukan olahraga lainnya,” ungkap Benlis.
Futsal kini menjadi salah satu upaya membugarkan diri. Benlis mengaku kadang bermain sepakbola di lapangan mini bersama teman-temannya. Bermain futsal cukup menguras keringat, tapi membawa keceriaan. Setidaknya, dua kali dalam sebulan Benlis meluangkan waktu untuk bermain futsal. “Saya bermain futsal, kadang di Bogor dan kadang di Bekasi,” terang pria yang mayoritas proyek propertinya berada di Bekasi dan Bogor.
Anugerah Sejahtera Group boleh dibilang sebagai perusahaan yang baru, didirikan tahun 2008. Benlis Butarbutar memang bertekad membesarkan perusahaan dengan kerja keras. Dengan memadukan kerja keras dan pengalaman di dunia marketing, CEO Anugerah Sejahtera Group ini berhasrat mengembangkan usahanya dan go public.
Menurut Benlis, bisnis properti memang sedang banyak diminati. Usaha ini menjanjikan keuntungan yang besar. Untuk itu, Benlis Butarbutar menjadi salah seorang yang tergiur menggelutinya. Selain itu, menurut pria kelahiran Jakarta 28 Juni 1975 ini, bisnis properti sangat menantang dan menguntungkan karena kebutuhan akan properti, khususnya rumah, terus meningkat, sementara lahan semakin sedikit.
?Kami merasa masih kecil, tetapi kami harus terus berusaha menjadi perusahaan besar. Mulai 2017 ke depan, kami siap untuk tinggal landas untuk mewujudkan rencana-rencana yang sudah kami susun,? harap Benlis.
Untuk menghadapi persaingan yang ketat, Benlis perlu kerja keras dan kerja sama dengan tim yang solid. Soliditas yang dibangun tak melulu pada internal perusahaan dengan anak buah, tetapi juga diaplikasikan kepada kolega bisnis. Untuk itu, Benlis akan terus menjaga soliditas dan keharmonisan kerja dengan para pemasok dan lembaga keuangan perbankan yang mendukung usahanya.
Pribadi Pekerja Keras
Benlis dulu mengawali usahanya dengan hanya membangun rumah dalam hitungan jari. Pria yang mengaku gemar bekerja keras ini ternyata juga sudah memulai berusaha semasa di bangku kuliah. Saat itu, pilihannya jatuh pada bidang pemasaran.
Dia pernah menekuni pemasaran di bidang asuransi hingga multi level marketing (MLM). Khusus di bidang properti, dia sempat mengenyam posisi asociate director di Lippo Land.
“Hobi saya selain olahraga adalah marketing alias pemasaran,” ujar Benlis. Kerja keras memang telah menjadi napas hidup Benlis, bahkan ia juga ingin menularkan kebiasaan baiknya bagi putra-putrinya. Penanaman nilai hidup ini diwujudkan dengan cara mengajak anak sulungnya untuk melihat dan mengamati proyek properti yang sedang digarapnya.
Untuk itulah tekad Benlis membesarkan perusahaan Anugerah Sejahtera Group bukan omong kosong. Ia sungguh membuktikan target pembangunan properti, baik residensial (70 persen) maupun komersial (30 persen) seperti hotel, mal, rumah sakit, dan sekolah dengan total kapitalisasi Rp 800 miliar pada tahun 2015. Seluruh pembangunan itu dipusatkan pada wilayah penyangga seperti Bekasi, Cibubur, Sentul, Cibinong, dan Serpong.
?Kami berani menargetkan pembangunan beberapa residensial dan komersial. Kami yakin, pasar properti tahun demi tahun akan lebih baik,? jelasnya optimis.
Menurut Benlis, ia banyak memilih wilayah penyangga. ?Masih belum banyak pengembang yang bermain di segmen tersebut. Mayoritas pengembang membangun kluster skala sederhana. Sementara itu, di wilayah seperti ini pula, banyak pengusaha yang bertempat kerja di kawasan industri mencari hunian premium,? jelas Benlis.
Sikap optimis dan percaya diri Benlis menguat karena Anugerah Sejahtera Group sudah memiliki brand De?minimalist untuk residensialnya. ?Sasaran kami adalah keluarga kelas menengah yang berusia 30-40 tahun dan rata-rata bekerja di Jakarta,? ujar Benlis.
Pada tahun 2016, pengembang Anugerah Sejahtera Group semakin memantapkan strategi bisnisnya, yaitu menerapkan strategi keringanan pembayaran bagi konsumen dengan menawarkan skema tunai bertahap secara proporsional.
Keluarga dan Yang Maha Kuasa, Utama dalam Kehidupan
Kerja keras dan membesarkan bisnis properti tak membuat perhatian Benlis terhadap keluarga menjadi berkurang. Baginya, keluarga adalah bagian hal utama dalam kehidupannya.”Secara khusus, saya menghabiskan akhir pekan untuk keluarga selain merajut quality time dalam keseharian,” papar Benlis.
Benlis mengisi waktu bersama keluarga dengan jalan-jalan untuk makan bersama di luar. Mal menjadi salah satu tujuan kuliner. Tentu saja, keceriaan bersama anak-anaknya menjadi penyemangat untuk melakoni bisnis ataupun kehidupan sehari-hari. Waktu bersama keluarga juga dipilihnya saat liburan bersama. Mengisi liburan dengan berwisata bersama menjadi jadwal penting bagi kehidupan Benlis. “Kebersamaan dengan keluarga juga saya manfaatkan untuk memberi contoh nilai-nilai luhur, seperti sikap kerja keras dan kejujuran,” imbuhnya.
Benlis memegang teguh visi pribadi sukses yang mampu menginspirasi banyak orang dan menjadi saluran berkat bagi lingkungan sekitar. “Misi saya belajar, bekerja keras, dan berinovasi,” tegas pria kelahiran Jakarta ini.
Ketiga hal itu sangat penting bagi pengembangan usahanya. Namun demikian, bagi Benlis, semua itu tak berdaya guna dan tak akan membuahkan hasil tanpa peran serta Yang Maha Kuasa.
