JAKARTA, BERNAS.ID – Kepala Pusat Penerangan Tentara Nasional Indonesia, Mayor Jenderal Prantara Santosa, mengatakan bahwa TNI telah menyiapkan puluhan ribu orang untuk membantu tenaga kesehatan melakukan penelusuran kontak (tracing) pasien Covid-19. Petugas-petugas tersebut merupakan anggota TNI yang telah dilatih untuk melakukan aktivitas tracing.
“Untuk penguatan tracing, Puskes TNI di wilayah Jawa-Bali menyiapkan 30 ribu lebih tenaga tracer yang terdiri dari para Babinsa, Babinpotmar, dan Babinpotdirga,” kata Prantara dalam keterangan tertulis pada hari Senin (12/7).
Selain itu, TNI juga mengerahkan anggotanya untuk membantu pelaksanaan tes Covid-19 di fasilitas kesehatan dan menyediakan 109 rumah sakit untuk merawat pasien Covid-19. Prantara menambahkan pihaknya juga merekrut relawan untuk mendukung program vaksinasi.
Baca juga: Polemik Keuntungan Vaksin Berbayar: Bio Farma Menerima 15, 20 Persen
“Upaya TNI lainnya guna menunjang percepatan vaksinasi adalah melalui perekrutan 3.000 relawan tenaga medis dan nonmedis dari berbagai lapisan masyarakat,” ujar Prantara.
Kasus Covid Indonesia Rekor Internasional
Keterlibatan TNI dalam penanggulangan Covid-19 di Indonesia merupakan angin segar dalam upaya bangsa ini memerangi pandemik yang semakin merongrong. Sebelumnya, Satuan Tugas Covid-19 melaporkan pada hari Senin (12/7) bahwa jumlah kasus harian Covid-19 menembus angka 40.427 warga.
Angka kasus harian tersebut merupakan yang terbanyak di dunia, melampau catatan Inggris dan India yang melaporkan 34.471 dan 27.404 kasus. Angka ini bahkan jauh di atas Brasil yang dulunya merupakan langganan tempat pertama.
Baca juga: Informasi Kartu Prakerja Gelombang 2021 Lengkap Ada di Sini
Memburuknya jumlah kasus harian Covid-19 di Indonesia sebelumnya sudah diprediksi oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Luhut Binsar Pandjaitan. Pada jumpa pers virtual pekan lalu, Luhut menyebutkan bahwa angka 40 ribu merupakan salah satu skenario terburuk yang mungkin terjadi.
“Sekarang kami sudah buat skenario gimana kalau kasus ini 40 ribu. Jadi kita sudah hitung worst-case scenario, lebih dari 40 ribu. Bagaimana tadi suplai oksigen, bagaimana suplai obat, bagaimana suplai rumah sakit, semua sudah kami hitung,” kata Luhut (6/7).
