HarianBernas.com-Rinda Mutis kini menekuni bidang pekerjaan sebagai Digital Experiences and Transformation Senior Manager for XL Axiata Telecommunication Company dan owner of small F&B. Untuk menjalani kesibukan pekerjaannya, ia memiliki motto “Business Happiness is Not a Destination, It’s a Way of Life.”
“Kita yang menentukan, apakah kita bahagia atau tidak. Kebahagiaan bukan tujuan hidup, bukan tergantung dengan orang lain, tapi cara kita memandang kehidupan kita. Saya ingin pembaca tahu karena banyak sekali orang ingin merasa bahagia, tapi mengukur/ mengejar kebahagiaan dengan cara yang salah. Kalau punya persepsi bahwa kebahagiaan itu datang dari diri kita sendiri dan cara pandang kita sendiri, kita akan hidup dengan lebih lepas dan penuh makna dan pastinya terpacu untuk selalu menjadi best version of our self,” ungkapnya ke Harian Bernas (1/2).
Baca juga: 14 Universitas Jurusan Teknik Informatika Terbaik di Indonesia
Peraih Digital Marketing Awards, Online Shop Category dari Survey One & Marketing Magazine tahun 2014 ini membagikan pengalaman unik yang menjadi titik baliknya ketika berproses sehingga menjadi seperti sekarang ini.
“Pengalaman unik adalah saya sempat menjadi HRD di sebuah perusahaan selama 2 tahun ketika baru lulus dari kuliah karena background S1 saya adalah psikologi. Titik baliknya adalah saya menyadari kalau ini bukan bidang yang ingin saya tekuni. Saya berusaha apply untuk posisi marketing di beberapa perusahaan, tetapi karena tidak ada pengalaman saya ditolak di mana-mana. Akhirnya, saya memutuskan untuk bekerja di sebuah media sebagai account executive TV Lokal untuk mendapatkan networking ke client side dan belajar end-to end soal sales and marketing,” terangnya.
Sarjana Psikologi ini pun memaparkan pengalaman unik di pekerjaan.
”Saya bekerja di China, di Alibaba Group. Pengalaman uniknya adalah saya sama sekali tidak bisa Bahasa Mandarin, padahal hampir semua meeting dilakukan dalam Bahasa Mandarin sehingga saya harus banyak bertanya kepada teman-teman yang lain untuk mengerti apa yang mereka bicarakan dalam meeting dan memberanikan diri untuk belajar Bahasa Mandarin. Gak cuma belajar tentang Bahasa, tetapi bekerja di China dengan beragam market international – membuat saya juga banyak belajar tentang perilaku konsumen, digital trend dari negara lain, membuat marketing plan bersama untuk international campaign menjadi challenge, karena harus bisa membuat program yang dapat berhasil dilakukan di setiap negara dengan culture dan behavior yang berbeda,”paparnya.
Baca juga: Jurusan IT: Pengertian, Mata Kuliah, dan Prospek Kerja Terbaru
Alumnus Universitas Atma Jaya ini pun menjelaskan tentang alasan menekuni bidang pekerjaannya sampai sekarang ini.
”Saya merasa marketing adalah dunia yang dapat membuat saya produktif – terutama digital marketing yang trendnya sangat cepat berubah, membuat saya harus menjadi orang yang terbuka, mau belajar dan selalu tertantang untuk belajar hal yang baru. Dan jujur dunia marketing ini masih sangat berhubungan dengan basic pendidikan saya di psikologi, yaitu memahami perilaku dan kebutuhan konsumen untuk memaksimalkan revenue pastinya,” jelasnya.
Peraih Master Digital Marketing Management dari Universitas Pelita Harapan ini membeberkan permasalahan yang paling sering dihadapi dalam pekerjaannya.
”Masalah yang sering dihadapi adalah Human Leadership – bekerja tidak hanya sebatas untuk menyelesaikan Key Performance Indicators (KPI), tapi bekerja juga berarti membangun manusia. Tim adalah aspek yang sangat penting, mereka perlu arahan, perlu dibina, dan perlu dikembangkan to be the best version of themselves. Jadi ini adalah permasalahan yang ada di setiap pekerjaan, perusahaan dan bisnis-di mana terkadang semua fokus terhadap mengejar KPI tetapi lupa untuk membangun Sumber Daya Manusianya-karena menurut saya pribadi, manusia adalah elemen terpenting yang harus diperhatikan dalam membangun organisasi,” bebernya.
Senior Manager ini pun menjawab tentang tantangan yang akan dihadapi ke depannya dalam bidang pekerjaannya.
”Digital marketing semakin berkembang, produknya juga semakin banyak. Tantangannya adalah untuk memberikan the best user experiences kepada konsumen. Produk digital yang consumer centric dan relevan untuk kehidupan & kebutuhan mereka. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah cost efficiency, bagaimana cara kita melakukan promosi digital yang efektif, pengukuran yang akurat dan KPI yang sesuai sehingga investasi kita tidak sia-sia dan align dengan visi-misi perusahaan,” jawabnya menerangkan.
Baca juga: Apa Itu Jurusan Sistem Informasi? Inilah Mata Kuliah dan Prospek Kerjanya
Mantan Digital Content Strategy Lead di Alibaba Group ini pun menjelaskan tentang bidang pekerjaan yang digeluti ini penting dilakukan dan dibagikan kepada masyarakat.
”Dunia internet itu sangat lah cepat – masyarakat harus diajarkan untuk menggunakan internet dengan bijaksana. Teliti dengan apa yang mereka baca, lihat dan menggunakannya untuk hal yang bermanfaat. Selain itu, dunia digital sangatlah berguna sebagai salah satu alternatif sumber mata pencaharian-selain dunia perkantoran. Masyarakat bisa dididik dan diperkenalkan dengan ekonomi kreatif melalu digital. Sekarang ini banyak sekali yang bisa dilakukan di dunia digital untuk mendapatkan tambahan uang seperti menjadi blogger/endorser, ikut program affiliate marketing, jualan di ecommerce/ marketplace sampai reseller dengan system dropship,” katanya panjang menjelaskan.
Pengagum sosok Ibu ini pun menerangkan tentang lingkungan yang memengaruhinya hingga menjadi seperti sekarang ini. ”Saya percaya lingkungan yang tepat akan membawa kita ke masa depan yang lebih baik. Bergaul dengan orang yang positive, people who can challenge you, membuat kita menjadi terpacu untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Saya bersyukur mempunyai lingkungan pertemanan yang dapat men-support saya selama ini,” ucapnya.
Pemilik cita-cita ingin menjadi diplomat saat kecil ini pun menyampaikan tentang pencapaian yang paling membanggakan baginya. ”Bisa bekerja di salah satu perusahaan Ecommerce terbesar di dunia, hanya 5 orang Indonesia yang berhasil mendapatkan kesempatan untuk bekerja langsung di HQ di China. Menjadi contributor penulis di salah satu website content marketing international-Content Science Review,”tukasnya.
Baca juga: 10 Universitas Jurusan Perhotelan Terbaik dan Unggul di Indonesia
Finalis Journey To Excellence, Marketing Innovation 2011, dari Kompas Gramedia Group ini pun membagikan inspirasinya kepada orang lain yang membaca kisahnya ini.
”Follow ur passion! Saya lihat banyak orang sekarang yang bekerja tidak sesuai dengan hati dan bidang yang disukainya, akhirnya kerja menjadi beban dan tidak bisa mengembangkan dirinya untuk maksimal. Kalau saya dulu tidak berani keluar dari bidang HRD, saya mungkin masih stuck dan berpikir bekerja hanya untuk mencari uang, padahal bekerja itu seharusnya mempunyai peran untuk mengembangkan diri Anda secara skill dan personal, kan dari kecil aja kita selalu ditanya apa cita-cita/profesi impian kita? So pastikan kita gak lupa mimpi itu dan happy dengan apa yang kita kerjakan,” tuturnya.
Penyuka hobi membaca dan menulis ini membagikan tentang project-nya dalam waktu dekat ini dan impiannya.
”Project kantor, membuat integrated and consumer centric website, membuka another branch untuk bisnis F&B saya, mendapatkan certificate untuk Makeup Artist – karena saya juga punya passion di bidang kecantikan, dan kepengen untuk kembali menulis lagi. Untuk impian, i want to be a great influence for other people. Saya kepengen dengan kehadiran saya membawa pengaruh positive dan membawa impact dan berkah untuk orang lain. Meanwhile, I also want to be a Chief for Digital Marketing Position,” pungkasnya.
Baca juga: 10 Universitas Negeri dan Swasta di Bandung serta Jurusannya
