Browsing: kritik

Pembahasan tentang Sang Kristus dalam puisi Indonesia modern pernah dilakukan oleh Teeuw (1969: 119-135) dan Atmosuwito (1989: 48-60). Secara umum, uraian Teeuw (1969) mencakup dua hal pokok. Pertama, dikemukakan fakta bahwa kebudayaan Indonesia tidak banyak dipengaruhi dan diresapi oleh agama Kristen. Orang Kristiani merupakan minoritas sehingga Kristus dan Injil tidak menjadi nama atau pengertian yang populer bagi rakyat Indonesia. Kedua, Teeuw menyebut beberapa nama penyair yang pernah menyebut Kristus dalam puisinya, yakni: Chairil Anwar (Isa, dan Doa), Sitor Situmorang (Kristus di Medan Perang), WS Rendra (Ballada Penyaliban, dan Litani bagi Domba Kudus), dan Subagio Sastrowardoyo (Afrika Selatan). Upaya Teeuw ini adalah sebuah rintisan awal yang patut diikuti dengan kajian terhadap topik yang sama tetapi dengan data dan analisis yang lebih mendalam (intensif) dan meluas (ekstensif).