JAKARTA, HarianBernas.com – Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, menyebutkan bila Singapura bersedia menandatangani perjanjian ekstradiksi bersama Indonesia, sehingga dapat lebih banyak koruptor yang dapat dipulangkan dan menjalani hukuman di Tanah Air.
“Sekiranya kita ada ekstradisi dengan Singapura akan jauh lebih banyak lagi, cuma Singapura tidak pernah mau teken,” kata Wapres di Jakarta, pada Jumat (22/4).
Faktor itu diungkapkan Wapres usai Shalat Jumat di kompleks Istana Wakil Presiden menyikapi dipulangkannya buronan kasus BLBI, Samadikun Hartono dari China.
“Kita berterima kasih, Samadikun kasusnya sudah 13 tahun lalu tapi dengan kerja sama yang baik dengan China itu melancarkan semuanya,” tambah Kalla.
Sejauh ini Indonesia juga mempunyai kerja sama perjanjian ekstradiksi bersama banyaknya negeri contohnya Australia, namun belum dengan negeri tetangga Singapura.
“Justru negara yang paling banyak orang melarikan diri, yaitu Singapura tidak ada kerja sama. Mudah-mudahan Singapura nanti mau berubah pikiran untuk juga menandatangani ekstradiksi,” katanya.
Buronan BLBI yang diringkus di China, Samadikun Hartono, pada Kamis (22/4) tengah malam tiba di Bandara Halim Perdana Kusumah, Jakarta Timur.
Samadikin Hartono yang mengenakan kaos polo garis warna hitam dan krem itu tiba pukul 21.56 WIB sembari didampingi Kepala Badan Intelijen Negara Sutiyoso dan Jaksa Akbar Hekto Meter Prasetyo.
Setelah Itu Samadikun dipindah ke Kejaksaan Agung buat proses verifikasi dan diboyong ke LP Salemba Jakarta Pusat buat ditahan.
