HarianBernas.com – Beginilah wajah jilbab di dunia pada saat ini: dilarang dipakai di Perancis, tetapi diwajibkan di Arab Saudi, dan justru menjadi bagian dari fashion di Indonesia. Jilbab dengan berbagai terminologinya, dapat berbeda rupa di tempat yang berbeda pula.
Jilbab di dalam terminologi kitab suci digambarkan bukan untuk menamai seuatu jenis pakaian tetapi sesuatu yang berfungsi sebagai tirai ataupun ?pembeda? antara wanita muslimah dengan wanita jahiliyah pada masa itu. Jilbab juga ditujukan untuk tanda menjaga kehormatan pemakainya.
Di Barat, seperti dikutip New York Times dalam ulasan terbarunya, jilbab menjadi sebuah nama generik untuk semua jenis penutup aurat muslimah. Padahal, sebenarnya ada berbagai jenis jilbab berdasar modelnya.
Inilah beberapa varian jilbab dan padanannya menurut media New York Times:
1. Abaya
Umum dipakai wanita di seluruh Semenanjung Arab dan juga sebagian Afrika Utara. Biasanya abaya berwarna hitam, berbentuk jubah yang longgar atau kaftan dan juga menutup seluruh tubuh kecuali wajah, tangan, serta kaki.
2. Burqa
Umumnya digunakan oleh kaum wanita di Afghanistan terutama pada saat Taliban berkuasa. Burqa adalah pakaian yang menutup seluruh badan termasuk juga wajah dan hanya bisa menyisakan lubang kecil di bagian mata.
Saat pertama kali mengulasnya di tahun 1988, New York Times menyebut jika pakaian ini menyerupai tenda. Di Kabul, kebanyakan burqa berwarna biru, tetapi di bagian lain di Afghanistan serta Pakistan warnanya coklat, hijau, atau putih.
3. Chador
Selama berabad-abad, perempuan di Iran selalu mengenakan penutup kepala setengah lingkaran yang menutupi kepala seperti sedang mengenakan selendang.
Chador tidak mempunyai pengencang; ulung kain diselipkan begitu saja di bagian bawah leher atau tangan. Hitam merupakan warna yang disukai untuk tampil di depan umum, tapi mereka juga sering memakai chador warna-warni pada saat berada di rumah atau masjid.
4. Hijab
Istilah yang kebanyakan digunakan oleh media Barat untuk menyebut kain penutup kepala wanita muslimah. Berbeda dengan burqa atau lainnya, hijab lebih bervariasi, dan kadang justru mengikuti tren fashion yang berkembang.
5. Jilbab
Jilbab merupakan istilah yang disebut di dalam Al-Qur'an, umumnya mengacu pada pakaian pelindung, yang bukan pakaian tertentu.
Di Indonesia, jilbab mengacu kepada kerudung serta gaya berpakaian head-to-toe. Beda dengan Afrika Utara serta Semenanjung Arab, New York Times menyebut jika jilbab di Indonesia sangat fashionable.
6. Khimar
Khimar adalah istilah ketiga setelah hijab serta jilbab untuk menyebut penutup kepala Muslimah. Secara historis, khimar mengacu pada setiap gaya berpakaian yang telah mempromosikan kesopanan, menutup aurat wanita, dan juga melindunginya dari tatapan pria yang bukan muhrim.
Di beberapa negara, istilah ini dipakai untuk menyebut semua jenis penutup kepala yang panjang dan juga longgar.
7. Niqab
Cadar yang menutupi wajah wanita kecuali mata. Di Arab Saudi, niqab dipakai bersama abaya. Di banyak negara, termasuk juga di Asia Selatan dan Afrika Utara, Muslimah memakai kain persegi menutupi sebagian wajah kecuali mata dan diikat dengan tali di belakang kepala.
Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda yang ingin lebih memahami berbagai varian dalam berhijab. Lalu Anda memilih varian yang mana?
