SLEMAN, BERNAS.ID- Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sleman sekaligus Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, mengajak seluruh kader partai meneladani semangat pengabdian Bung Karno dalam momentum Bulan Bung Karno 2026. Ajaran Bung Karno bukan sekadar tentang kehidupan pribadi, melainkan tentang totalitas pengabdian kepada rakyat, bangsa, dan negara.
Untuk itu, Bulan Juni sebagai Bulan Bung Karno adalah momentum penting untuk mewarisi api perjuangan sang proklamator. Berbagai kegiatan digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sleman selama satu bulan penuh mulai dari donor darah, pelepasan bibit ikan, lomba desain busana, bedah buku tentang Soekarno, serta mengirim tim sepakbola untuk mengikuti Soekarno Cup.
“Kenapa bulan Juni ini penting, pertama, 1 Juni Bung Karno memperkenalkan konsep Pancasila di Sidang BPUPKI, 6 Juni kelahiran Bung Karno tahun 1901. Kemudian, tanggal 21 Juni 1970 wafatnya Bung Karno. Jadi kita mengenang beliau untuk mewarisi semangat dan ideologinya bagi generasi mendatang,” terang Danang Maharsa.
Dikatakannya, gagasan-gagasan Bung Karno menjadi tanggung jawab kita bersama yang harus diteruskan, msalnya konsep Marhaenisme yang peduli terhadap petani kecil. “Proklamasi itu rahmat Tuhan yang perlu kita jaga dan pertahankan, tugas kita hari ini berjuang di satu titik bagaimana mencapai kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, gagasan Pancasila yang digali Bung Karno terbukti ampuh menjaga Indonesia tetap utuh di tengah kemajemukan agama, ras, suku, dan golongan. “Sampai hari ini kita masih bisa berdampingan, ini konsep kebangsaan yang menuntut tanggung jawab keutuhan NKRI,” katanya.
”Wong cilik menjadi prioritas roda pemerintahan. Kita sebagai pejabat publik tugasnya meneruskan konsep dan pemikiran Bung Karno dalam roda pemerintahan. Bung Karno Bapak bangsa, entah 100 tahun lagi belum tentu ada tokoh seperti beliau. Beliau berjuang di bawah tekanan demi kemerdekaan, sekarang tugas kita lebih ringan tapi fokusnya jelas kesejahteraan masyarakat,” urainya.
Bagi Danang, program sebagus apapun tidak akan jalan tanpa dukungan rakyat. “Saya menjabat karena dipilih wong cilik maka wong cilik harus jadi prioritas,” ucap Danang.
Di Kabupaten Sleman, Danang menyebut kepedulian kepada wong cilik diwujudkan lewat pendidikan untuk mengentaskan kemiskinan. “Ilmu itu akan dibawa sampai mati, sebaiknya diberikan ke orang lain, itu warisan Bung Karno juga,” imbuhnya.
Untuk isu pangan, Danang menyebut Pemkab Sleman terus membangun dengan satu catatan, menekan seminimal mungkin penggusuran lahan pertanian untuk permukiman. “Ini bagian dari semangat berdikari Bung Karno, kalau pangan kita aman, Kabupaten Sleman berdaulat,” pungkasnya. (jat)
