MANADO,HarianBernas.com?Perhotelan d Manado mengeluhkan pemadaman listrik bergilir yang belakangan terjadi. Selain harus mengeluarkan biaya ekstra untuk genset, sejumlah pengelola hotel juga mengaku harus menanggung kerugian akibat rusaknya peralatan elektronik.
?Saya kira sudah saatnya pemerintah membuka kesempatan pihak swasta untuk berinvestasi kelistrikan di Manado. Sebab kasus seperti ini sudah sangat sering terjadi,? kata General Manager Lion Hotel and Plaza Manado Rahmat Billy di Manado, Rabu.
Dia mengatakan, saat ini pemadaman listrik terjadi setiap hari dari pukul 17.00-22.00 WITA. Pihaknya harus menggunakan genset dengan konsekwensi menghabiskan solar hingga 700 liter dengan ongkos sekitar Rp 5,5 juta per hari.
Belum lagi, pihaknya juga harus menanggung kerugian, akibat rusaknya berbagai peralatan elektronik seperti lemari es, mesin pemanas makanan dan bahkan pendingin ruangan.
General Manager PLN Sulawesi Utara, Tengah dan Gorontalo Baringin Nababan mengatakan pihaknya masih terus melakukan perbaikan terhadap kerusakan yang terjadi. Pihaknya sangat memahami keluhan kalangan perhotelan, dan berusaha untuk meminimalisir pemadaman.
?Perbaikan masih kita lakukan terus. Kita masih deficit. Tapi pembangunan fisik PLTG Gorontalo 100 MW telah mencapai 43 persen. Mudah-mudahan bisa segera dirampungkan untuk memenuhi suplai,? katanya.(Ant)
