JOGJA, HarianBernas.com–Gara-gara dua atlet putri atas nama Maretha Dea Giovani dan Rosyita Eka Putri Sari tak bisa ambil bagian dalam babak kualifikasi atau PraPON XIX Wilayah III yang digelar di Banten, mulai Jumat (20/11) ini hingga Senin (23/11) pekan depan, Pengda PBSI DIY melancarkan protes keras kepada induk organisasinya, PP PBSI.
Ketua Umum Pengda PBSI DIY F Koesdarto Pramono kepada harianbernas.com, Kamis ((19/11) menyatakan, protes keras terpaksa dilancarkan karena PP PBSI dinilai tidak adil. Sebab, dalam waktu bersamaan, dua atlet putri DIY yang sedang berada di Pelatnas tersebut dikirim oleh PP PBSI untuk mengikuti single event di Hongkong dan Macau. Itu berarti, mereka tak bisa ikut dalam kualifikasi atau PraPON tersebut.
Menurut Koesdarto, sesuai keputusan PP PBSI, atlet yang telah mendapatkan pengesahan untuk tampil di PraPON XIX, termasuk dua pebulutangkis putri DIY tersebut, tidak boleh digantikan dengan atlet lain. Karena itu, Pengda PBSI DIY mengajukan permohonan kepada PP PBSI agar jadwal pertandingan khusus untuk kelompok putri diundur.
Namun, meski telah dilakukan berbagai upaya, termasuk melibatkan pengurus KONI DIY, permohonan Pengda PBSI DIY itu ternyata tidak dikabulkan. Karena itu, Pengda PBSI DIY memutuskan untuk tidak mengikutsertakan atlet putri ke PraPON XIX Wilayah III yang selain DIY dan tuan rumah Banten juga melibatkan Bali, NTT, NTB dan Kalbar. ?Jadi, khusus untuk atlet putri, kami menyatakan mengundurkn diri. Keputusan ini juga disetujui Gusti Prabu (Ketua Umum KONI DIY GBPH H Prabukusumo,? kata Koesdarto.
Dengan demikian, dalam PraPON XIX Wilayah III di Banten, DIY hanya mengikutsertkan delapan pebulutangkis putra, sedangkan tim putri DIY yang semula juga bermaterikan delapan atlet, terpaksa absen. ?Karena tidak boleh diganti, kami tak mungkin tampil tanpa dua atlet putri andalan DIY tersebut,? kata Koesdarto lagi.
Laga PraPON XIX bulutangkis Wilayah III dilaksanakan secara beregu, menggunakan sistem setengah kompetisi dengan format tiga tunggal dan dua ganda. Selanjutnya, juara setiap wilayah, termasuk wilayah III berhak lolos ke PON XIX/2016 Jawa Barat. Sedangkan peringkat II atau runner up setiap wilayah, hanya berhak meloloskan atlet ke PON XIX untuk nomor perorangan. ?Terus terang, jika melihat peta kekuatan lawan di wilayah III, tim putri DIY mempunyai peluang besar untuk lolos ke PON XIX,? pungkas Koesdarto dengan nada kecewa.
