SLEMAN,HarianBernas.com – Tim Pengabdian Masyarakat Berbasis Desa Binaan Fisipol UGM melalui Program dari LPPM UGM menyelenggarakan Pengabdian Masyarakat Berbasis Desa Binaan dengan mengambil tema Penguatan Aparatur dan Ekonomi Desa Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean bertempat di Desa Wukirsari, Cangkringan, Sleman, pada Senin (30/11) lalu.
Menurut Sri Winarti, program Pengabdian Masyarakat untuk Penguatan Aparatur dan Ekonomi Desa Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean dimaksudkan sebagai salah satu upaya untuk membangun desa. Tujuan dari program ini adalah memberi bekal pengetahuan dan ketrampilan baik untuk aparat desa maupun pelaku ekonomi agar mereka siap menghadapi persaingan dengan pasar Asia Tenggara.
“Pemilihan Desa Wukirsari di Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman berdasarkan kondisi bahwa desa tersebut adalah desa termiskin di Kecamatan Cangkringan namun mempunyai potensi yang kuat untuk pengembangan sektor pertanian, peternakan dan agrowisata,” kata Sri Winarti.
Beberapa kegiatan yang dilakukan adalah sosialisasi MEA, pelatihan kewirausahaan dan penguatan kelembagaan ekonomi desa, pelatihan aparatur desa, pembuatan website desa, pelatihan penggunaan dan pengelolaan website, fasilitasi pemasaran produk UKM desa, dan Wukirsari Expo.
“Dengan berbagai program ini, diharapkan masyarakat Desa Wukirsari mampu mengembangkan taraf perekonomiannya dengan langkah yang lebih terorganisir dan kemampuan untuk bersaing yang lebih baik,” tambah Sri Winarti.
Pada penutup acara Tim Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Desa Binaan Fisipol UGM menyelenggarakan Wukirsari Expo bertempat di Pasar Cokrokembang, Bubur, Wukirsari, Cangkringan. Acara ini merupakan acara puncak dari kegiatan pendampingan yang telah diselenggarakan sejak bulan Juli 2015. Rangkaian kegiatan dalam Wukirsari Expo ini diawali dengan senam massal, penampilan drumband dari TK Aba Kregan, pembagian doorprize, transaksi jual beli di pasar dan dilanjutkan dengan acara sarasehan dengan pedagang pasar.
Sarasehan menghadirkan pembicara Kepala Bagian Pemerintahan Desa Kabupaten Sleman, Drs Mardiyana dan Sekertaris Dinas Perindagkop Sleman, dimoderatori oleh Dr Hempri Suyatna.
Dalam materi yang disampaikannya Sekertaris Dinas Perindagkop Sleman menyampaikan banyak sekali fasilitasi yang disediakan oleh Disperindagkop mulai dari pelatihan hingga bantuan modal. Sedangkan Mardiyana menyampaikan pesan agar masyarakat terus mengembangkan pasar desa sebagai salah satu usaha rakyat, terlebih pada era otonomi desa. Diharapkan pasar desa ini dapat terus berjalan, ajeg dan semakin baik lagi.
