PROBOLINGGO, HarianBernas.com – Beberapa hari terakhir, warga yang tinggal dalam radius tiga kilometer dari Gunung Bromo, merasakan gempa akibat letusan Gunung Bromo. Hal ini diungkapkan oleh Ahmad Subhan selaku Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Bromo Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
“Gempa letusan itu sempat membuat kaca di Pos Pengamatan Gunung Api Bromo bergetar, namun hal itu wajar-wajar saja,” ujar Ahmad saat dihubungi dari Probolinggo, pada Minggu (10/1) malam.
Walaupun begitu, tidak semua warga merasakan adanya gempa akibat aktivitas Gunung Bromo yang meningkat. Hal ini disebabkan oleh intensitas gempa yang tidak terlalu sering.
“Gempa letusan itu merupakan salah satu tipe aktivitas gempa gunung yang memiliki ketinggian 2.329 meter dari permukaan laut dan gempa itu merupakan tekanan udara dari dalam magma yang menyebabkan getaran,” ujar Ahmad.
Ia juga mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu panik, sebab jenis gempa ini merupakan hal yang wajar pada fase erupsi.
“Material yang keluar akibat gempa letusan hanya berupa abu halus dan secara visual gempa letusan itu akan menyebabkan asap sulfatara abu vulkanis menjadi lebih pekat,” katanya.
Terkadang sinar api samar-samar terlihat dari kawah Gunung Bromo. Hal ini menunjukkan aktivitas di dapur magma masih tinggi walaupun, gempa yang terjadi tidak sering.
“Saya imbau masyarakat tidak perlu panik dan khawatir, namun sesuai dengan rekomendasi PVMBG, kawasan steril dari aktivitas warga dan wisatawan dalam radius 2,5 kilometer dari bibir kawah Gunung Bromo,” katanya.
Secara visual, aktivitas Gunung Bromo pada 9 Januari 2016, pukul 06.00 – 12.00 WIB, menunjukkan cuaca cerah, asap kelabu sedang-tebal, angin tenang, tekanan sedang-kuat, dan asap setinggi 900 meter mengarah ke barat-barat laut. Sedangkan secara seismik, terdapat satu kali gempa vulkanik dalam dan tujuh kali gempa letusan sekitar 23 detik.
Secara seismik, aktivitas Gunung Bromo pada 10 Januari 2016, pukul 12.00 – 18.00 WIB, gempa tremor dengan amplitudo dominan lima milimeter dan terdengar suara gemuruh yang tidak kuat dari kawah Gunung Bromo. Sedangkan secara visual menunjukkan tekanan sedang-kuat, angin tenang, cuaca mendung, asap kelabu sedang-tebal, dan asap dengan ketinggian 900 meter mengarah ke barat-barat laut.
