DENPASAR, HarianBernas.com – Daud “Cino” Yordan, pemilik gelar juara tinju kelas ringan (62,1 kg) WBO Asia pasifik akan ditantang oleh petinju asal Jepang, Yoshitaka Kato awal Feburari mendatang. Dalam pertarungan yang memperebutkan gelar juara tersebut, Daud ingin menang secara meyakinkan.
“Tentu saja saya ingin menang dengan meyakinkan saat bertarung lawan petinju Jepang mendatang,” katanya saat dihubungi, Selasa lalu.
Meskipun demikian, petinju asal Kalimatan Barat tersebut, belum dapat memastikan apakah pertarungan ini dapat menambah torehan kemenangan KO yang telah diraihnya.
“Kita lihat keadaan di atas ring mas,” ujar Daud.
Saat ini, Daud sedang fokus untuk menjalani latih tanding di bawah pengawasan mantan pelatih sekaligus manager Chris john, Craig Christian. Dalam latih tanding yang dilakukan di Denpasar, Bali tersebut, Daud akan menghadapi dua petinju Indonesia (Hero Tito dan Roy Tua) serta satu petinju dariAustralia.
“Petinju dari Australia tersebut kebetulan sedang berlatih di sini (Bali, red.) sehingga dimanfaatkan pelatih Craig Christian untuk menjadi sparring,” ujarnya.
Terkait dengan strategi untuk menghadapi Yoshitaka Kato, Daud mengaku akan berusaha tampil agresif.
“Yang jelas saya harus terlebih dulu memukul dia (Yoshitaka Kato),” katanya menegaskan.
Gelar juara kelas ringan WBO Asia Pasifik yang diraih Daud tersebut, ia dapatkan dari kemenangan KO atas petinju asal Filipina, Ronald Pontilas. Bahkan gelar ini berhasil ia pertahankan setelah berhasil mengalahkan pentinju asal Uganda, Maxwell Akuwu.
Selain gelar tersebut, Daud pernah meraih gelar juara dunia kelas ringan IBO. Gelar tersebut ia raih setelah memenangkan pertarungan melawan Daniel Eduardo Brizuela yang berasal dari Argentina, pada tahun 2013. Gelar ini pun juga pernah ia pertahankan dengan mengalahkan petinju asal Afrika Selatan, Sipho Taliwe.
Daud yang sebelumnya berkecimpung di kelas bulu juga pernah memenangkan gelar juara dunia kelas bulu IBO. Gelar tersebut ia dapatkan setelah menang KO atas Lorenzo Villanueva, petinju asal Filipina. Ia sempat mempertahankan gelar juara dunia kelas bulu IBO tersebut dengan mengalahkan petinju asal Mongolia, Choi Tseveenpurev. Meskipun pada akhirnya gelar tersebut berhasil direbut oleh Simpiwe Vetyeka, petinju asal Afrika Selatan.
