JAKARTA, HarianBernas.com — Mengutip penulis Titi WS, William Wiguna mengutarakan, “Buku adalah sebuah kekayaan batin seseorang. Ketua Aspirasi (Asosiasi Penulis dan Inspirator Indonesia) periode 2015-2018 ini menyampaikan hal tersebut saat menyambut seratusan penulis yang hadir dalam kopdar #2 mereka di Kampus IPMI, Jakarta, Sabtu (16/1). Hadir di kopdar tersebut para pesohor yang juga penulis buku seperti James Gwee, Andrie Wongso, Krishnamurti, Andrias Harefa, Putu Putrayasa, Melly Kiong, Ellies Sutrisna, dan masih banyak lagi.
Dalam sambutannya, William Wiguna yang penulis trilogi Life Time: The First Life Time Program dan Founder Care Plus Indonesia, memaparkan betapa sejatinya Indonesia ini negeri yang kaya. Sumber daya alam Indonesia adalah harta karun yang berlimpah. Pertanyaannya, kenapa justru bangsa lain yang jadi kaya?
Baca juga: 18 Jenis Konjungsi, Pengertian, dan Contoh Kalimat Terlengkap
Pertanyaan kedua yang menggelitik, “Fakta SDM Indonesia: banyak orang pintar tapi kenapa banyak koruptor?”
Atas pertanyaan-pertanyaan itu, pengurus Aspirasi yang dipimpinnya sejak 28 November 2015 merumuskan misi-visi-values organisasi. Sembari mengumumkan susunan pengurus, William Wiguna menyampaikan, Aspirasi memiliki visi menjadi wahana pemersatu bagi penulis dan inspirator Indonesia menuju kelas dunia. Dengan semangat aktif pula Aspirasi merangkul kalangan muda supaya produktif sebagai penulis.
Menyambung William, Putu Putrayasa, pengurus bidang komunikasi eksternal, menegaskan program Aspirasi melahirkan sejuta penulis. “Bangsa berbudaya tinggi berkomunikasi dengan tulisan,” tandas Pemimpin Umum HarianBernas.com dan penulis beberapa buku finansial tersebut.
Untuk mewujudkan gagasan tersebut, berbagai program diperkenalkan kepada anggota. Di antaranya: tampil di media massa dengan kolom “pojok aspirasi”, membuat tutorial online untuk memudahkan pembelajar menulis, melatih ambasador untuk menggelorakan revolusi menulis, dan menyelenggarakan lomba menulis nasional.
Baca juga: 51 Jenis Font Keren untuk Desain dan Menulis Buku 2021
Di samping itu, Aspirasi juga hadir dengan penawaran berupa jaringan endorser/referal bisnis, diskon dan vendor mitra Aspirasi, penyaluran ke penerbit yang sesuai, pelatihan membuat buku berkualitas dan laris, dan kerja sama pemasaran buku. Maka, lanjut Temotius Talip, pengurus bidang internal, Aspirasi memberikan benefit kepada anggota berupa pelatihan dan seminar untuk anggota, pelatihan dan seminar untuk charity, pemeringkatan atau rekomendasi, serta bedah buku/launching, promosi buku, dan kiat menulis.
Menyambut gagasan tersebut, pengusaha dan penulis buku Dewi Motiq Pramono mengajak publik untuk segera menulis. Ia mencontohkan, di tengah kesibukan, ia masih sempat menulis. Caranya? “Rekam!” ujarnya menyodorkan solusi bagi yang tak sempat menulis sendiri.
James Gwee, sembari menyatakan antusiasmenya ikut Aspirasi menegaskan sikapnya, “Saya menyesal tak ikut kopdar pertama. Maka, kopdar kali ini saya belain hadir. Harapan saya, Aspirasi hadir dengan new ideas.” Kepada peserta, pembicara dan penulis buku sales terkemuka ini mengharapkan peserta untuk saling bersinergi. Ia berharap keikutsertaan peserta yang penulis-penulis hebat tersebut dioptimalkan. “Manfaatkan kami!” tawarnya disambut tepuk tangan meriah.
Baca juga: Mengenal Pengertian dan Ciri-ciri Komik sebagai Karya Sastra
