BLITAR, HarianBernas.com ? Untuk memastikan proses penanganan bencana berjalan dengan lancar, TIM SAR Surabaya meninjau Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, yang merupakan lokasi banjir.
“Ini sudah tugas kami di SAR, membantu evakuasi masyarakat ke tempat yang lebih nyaman,” kata Moh Arifin, Kepala Kantor SAR Surabaya saat meninjau banjir di Kabupaten Blitar, Selasa (19/1).
Terkait dengan kondisi cuaca dan curah hujan Tim SAR juga terus berkoordinasi dengan BMKG. Apabila kondisi tidak memungkinkan, maka warga akan diminta untuk mengungsi.
“Kami juga terus siaga sampai banjir surut. Kami koordinasi dengan BMKG untuk melihat curah hujan,” ujarn Arifin.
Tidak hanya kacamatan Sutojayan saja yang dipantau, penyebab banjir juga menjadi objek yang dipantau oleh Tim SAR Surabaya. Tim SAR didampingi BPBD Kabupaten Blitar meninjau sungai yang ada di dekat perkampungan warga.
Diketahui, tanggul ini sudah jebol sepanjang 15 meter. Hal ini membuat air mengalir ke segala arah, merusak lahan warga dan bahkan menggenangi rumah warga.
Dua titik tanggul jebol ada di Kelurahan/Kecamatan Sutojayan dan tiga titik tanggul jebol ada di Desa Bacem. Total tanggul jebol saat ini berjumlah 5.
Tanah pertanian seluas 25 hektare dan 80 rumah warga terendam air akibat jebolnya tanggul. Tanaman yang terletak di dekat tanggul hancur, dan padi yang baru ditanam mati.
Walaupun saat ini banjir sudah surut, sejumlah warga masih enggan untuk kembali ke rumah mereka. Warga tersebut mayoritas mereka yang mmiliki anak balita. Ketinggian air yang sebelumnya mencapai 1 meter, sekarang sudah memendek.
Warga berharap agar pemerintah bertindak cepat untuk menangani tanggul yang jebol ini. Sehingga ketika turun hujan, tidak terjadi banjir.
“Kami khawatir, terutama saat hujan deras, pasti banjir. Harapan kami, ada perbaikan di sungai, sehingga tidak banjir lagi,” ujar Samsudin, salah seorang warga.
