JAKARTA, HarianBernas.com – Perkampungan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), di Kalimantan Barat, dijaga ketat oleh Polri. Penjagaan ketat ini bertujuan agar tidak terjadi bentrok. Hal ini dikatakan oleh Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti.
“Anggota Gafatar sudah membuat hunian ekslusif di Mempawah, Kalimantan Barat,” kata Badrodin Haiti di Jakarta, pada Senin (25/1).
Berita tentang hilangnya Dokter Rica, membuat isu tentang Gafatar semakin memanas. Apalagi, Dokter Rica disinyalir bergabung dengan Gafatar.
Hal ini disebabkan oleh pemberitaan media massa yang masif. Diketahui, Gafatar membangun sebuah perkampungan secara eksklusif di Kalimantan Barat.
“Pemberitaan media yang memberitakan kegiatan Gafatar yang negatif, memunculkan penolakan dari masyarakat asli di Kalimantan Barat,” ujarnya.
Selain mencegah terjadinya bentrok, hal ini juga merupakan tugas dari Polri untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dari penyelidikan yang sudah dilakukan oleh Polri, diketahui bahwa Gafatar sedang menyusun struktur pemerintahannya sendiri.
Beberapa orang sudah dipulangkan ke tempat asalnya. Polri juga bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat.
Situasi kondusif tetap terjaga di kawasan tempat tinggal anggota Gafatar. Hal ini dikatakan oleh Brigjen Pol Arief Sulistyanto, selaku Kapolda Kalimantan Barat.
Sekitar 2.500 orang sudah kembali ke daerah asalnya, sedangkan sebanyak 1.700 jiwa masih berada di lokasi.
