HarianBernas.com — Bicara soal organisasi pengusaha muda dunia, tidak bisa tanpa membicarakan Junior Chamber International (JCI). Organisasi pemuda terkemuka ini adalah satu-satunya federasi profesional dan wirausaha muda non-profit dunia yang non-politik dan non-sektarian.
Anggotanya berusia 18-40 tahun dan kini mencapai lebih dari 200.000 orang di seluruh dunia serta memiliki 6000 chapter tersebar aktif di 100 lebih negara.
JCI didirikan 11 Desember 1944 di Mexico City saat perwakilan dari organisasi pengusaha muda 8 negara berkumpul untuk meningkatkan kepedulian pada persoalan global. Kini kantor pusat berada di St. Louis, Missoury, USA dengan puluhan staf yang siap melayani “fellow jaycees” dari seluruh dunia.
JCI sejak didirikan telah mencetak banyak pemimpin dan tokoh masyarakat dunia. Daya vitalitas dan kelenturan organisasi ini hingga tetap bertahan memberikan sumbangsih bagi masyarakat internasional juga tidak terlepas dari ruh dan nilai kredo-nya.
JCI Creed yang terkenal memiliki 6 butir sila yang menguatkan jiwa, visi dan misi persaudaraan “jaycees” yang universal. Bunyi kredo selengkapnya sebagai berikut: We believe that faith in God gives meaning and purpose to human life, that the brotherhood of man transcends the sovereignity of nations, that economic justice can best be won by free men through free enterprise, that government should be of laws rather than of men, that earth's great treasure lies in human personality, and that service to humanity is the best work of life.
Tak pelak, universalitas nilai dalam JCI Creed adalah daya tarik terhebat bagi para profesional dan enterpreneur muda dunia. Tak terkecuali bagi para “jaycees” Indonesia. Diakui oleh M. Adib Fikri, Local President JCI Indonesia Chapter Yogyakarta, bahwa nilai-nilai Pancasila ada dalam JCI Creed. Mulai dari nilai ketuhanan (faith in God), kemanusiaan (service to humanity), kebangsaan (brotherhood), kerakyatan (laws) dan keadilan sosial (economic justice).
Ini yang membuat para pengusaha muda Indonesia semakin mantab berkontribusi dalam JCI. Satu sisi mereka mendapat ruang kancah dan hubungan internasional, di sisi lain tetap meneguhkan jatidiri kebangsaan Indonesia.
Aktualisasi ke-Pancasila-an para profesional dan pengusaha muda Indonesia tersalurkan di JCI melalui 4 area (areas of opportunities).Yakni program individual, komunitas, bisnis dan internasional. Program individual memberi kesempatan pada pengembangan kecakapan mental, etika dan pribadi. Program komunitas memberi kesempatan pada pengembangan organisasi dan kelompok masyarakat.
Program bisnis membuka peluang anggota untuk melakukan sinergi usaha profesional, dan program internasional mengundang para enterpreneur muda ini untuk berkiprah dalam event global.
Bagi Indonesian Jaycees, slogan “Be Better” (menjadi lebih baik) adalah wujud menghayati Pancasila dengan tindakan nyata. Sesuatu yang lebih dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat. Terhindar dari dinamika fatamorgana perdebatan kekuasaan dan keuntungan sesaat. Lebih fokus pada perubahan diri dan komunitasnya demi keluarga bangsa yang lebih luas.
