JAKARTA, HarianBernas.com —Jargon “berubah atau punah” tampaknya bukan guyon. Kehadiran Amazon.com yang telah melewati omset Walmart–retailer terbesar di Amerika–2 tahun terakhir adalah salah satu saja bukti bahwa derasnya teknologi internet sudah tak terbendung lagi.
Itulah apa yang diungkapkan oleh Frans Budi Pranata, Best CFO Versi Majalah SWA, sebagai CFO Zalora ketika itu.
Hal ini diamini oleh Prof. Roy Sembel, pengajar di IPMI International Business School. Dengan berbagai ilustrasi ia mengungkapkan bahwa sudah saatnya anak-anak bangsa ini berkolaborasi, tidak cukup hanya bermodalkan bakat dan kerja cerdas.
Bahkan, Marzuki Usman selaku bagian dari Pembina ADEI yang dilaunching hari ini menegaskan bahwa Indonesia punya segalanya, jadi tidak ada alasan untuk minder. Milikilah mimpi, mimpi untuk berlari, membangun kesejahteraan Indonesia.
Nampaknya ADEI tidak akan menjadi organisasi yang hanya akan bercita-cita setinggi langit dan tidak menjejak bumi.
ADEI akan fokus membantu warung-warung kecil, membantu menjadikannya warung digital, membangun budaya digital untuk pedagang kaki lima, budaya cashless, menjual dengan apps dan smartphone. Hal ini ditegaskan oleh Bari Arijono, sebagai Ketua Umum Asosiasi Digital Entrepreneur Indonesia (ADEI).
“Ada sekitar dua juta pedagang kecil yang perlu kita bantu, kita bantu untuk menjadi digipreneur. Target kita melahirkan sejuta digipreneur baru,” tegas Bari Arijono, dalam acara deklarasi ADEI di Cyber 2 Tower lantai 17, Jakarta (1/2).
Semoga ini adalah sebuah harapan baru bagi Indonesia di tengah tekanan persaingan MEA. Karena memang, selain Deklarasi ADEI, kolaborasi pun langsung digelar. Seakan hendak berpacu dengan waktu, ADEI sebagai organisasi baru langsung tancap gas menandatangani MoU kerjasama dengan Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (APKOMINDO) dan Asosiasi Manajemen Indonesia (AMA).
Selain MoU, dihadirkan juga talkshow dengan pakar digital, Sinta Bubu. Bahkan hadir juga Pengusaha kenamaan, Sandiaga Uno, selain ratusan peserta praktisi, akademisi, para start up, dan para pelaku bisnis digital di Indonesia.
