HarianBernas.com ? Aye-aye adalah hewan yang berasal dari Madagaskar. Nama latin dari aye-aye adalah “Daubentonia Madagascariensis”, semacam hewan endemic Pulau Madagaskar yang telah menjadi “primate nocturnal” terbesar di dunia. Dahulu hewan ini dimaksudkan dalam spesies hewan pengerat bukan hewan primata karena penampilan aye-aye yang unik.
Uniknya, jari tengahnya jauh lebih panjang yang digunakan untuk mencari dan mengambil sejenis larva dirongga kayu. Jika dilihat, tubuh aye-aye berwarna coklat atau hitam dan telinga yang sangat besar melebihi tubuh mereka sendiri. Selain itu, primata ini memiliki mata yang besar dan telinga super sensitive. Aye-aye adalah sejenis lemur yang memiliki wajah seperti musang, tubuh seperti satu ekor monyet berukuran kecil, cakar yang amat mirip dengan sloth namun memiliki gigi seri seperti hewan pengerat. Jarinya aneh karena tipis dan kurus bahkan tampak seperti kulit dan tulang. Semua jari-jari kaki dan tangannya memiliki cakar runcing yang membantu aye-aye bergelantungan di cabang pohon.
Selama hidupnya, aye-aye menghabiskan hidupnya di atas pepohonan dan menghindari tanah. Aye-aye hidup di hutan hujan yang sangat rimbun. Hewan ini sangat aktif di malam hari atau noktural dan menghabiskan siangnya dengan meringkuk di sarang yang berbentuk bola yang dibuat dari daun dan ranting pohon. Selain mengambil larva untuk dimakan, jari tengah aye-aye yang panjang digunakan untuk menyendoki daging kelapa dan buah lainnya yang juga dimakan olehnya.
Jika dilihat dari fisiknya, aye-aye tampak mudah untuk mengelabui pemangsanya, dengan bulu kasar yang bewarna hitam atau cokelat dengan sebagian berwarna putih, membuat hewan ini dapat menyatu dengan dedaunan dalam kegelapan. Walaupun bukan seperti primata,, aye-aye memiliki persaudaraan yang erat dengan manusia, kera, dan simpanse.
Penemu hewan lucu ini adalah Pierre Sonnerat pada abad ke-18 di Madagaskar. Di jaman itu, aye-aye dianggap semacam tupai dan kangguru karena kemiripan hewan yang satu ini dengan kedua hewan tersebut. Akhirnya setelah penelitan yang panjang, ahli zoology menyimpulkan bahwa aye-aye adalah seekor primata. Lebih serunya lagi, hanya aye-aye yang termasuk dalam keluarga daubentoniidae. Seperti jenis lemur yang lain, aye-aye termasuk dalam bagian primata prosimian, kelompok primata primitif dengan mata dan hewan bertelinga besar dan menjadi hewan nocturnal.
Cara makan hewan ini sangatlah berbeda dengan yang lain. Aye-aye memakai teknik Echolocation yaitu proses yang digunakan oleh beberapa hewan dan burung, dengan cara menerima suara bernada tinggi yang dipancarkan sehingga gemanya memantul kembali di setiap permukaan atau benda yang nantinya membantu menentukan arah dan jarak dari hewan yang akan dimangsa.
Hewan yang satu ini dianggap hewan yang solitaire atau penyendiri, walaupun beberapa kali ada juga pasangan aye-aye yang tampak. Sayangnya, mayoritas masyarakat Madagaskar telah menganngap aye-aye sebagai hewan yang membawa pertanda buruk. Oleh karena itu , aye-aye sering dibunuh oleh masyarakat sekitar Madagaskar. Akhirnya kehidupan aye-aye pun terancam punah dan habitatnya pun rusak. Saat ini, hewan aye-aye menjadi salah satu hewan yang dilindungi hukum.
.jpg)