DENPASAR, HarianBernas.com ? Pada saat Hari Suci Nyepi (Rabu, 9 Maret 2016), sebanyak 387 penerbangan tidak akan beroperasi di Bandara Ngurah Rai, Bali. Hal ini dikarenakan, pada saat Nyepi seluruh umat Hindu di Bali melaksanakan tapa brata yaitu melakukan amati karya, amati geni, amati lelungan dan amati lenangunan. Itu berarti, tidak bekerja dan aktivitas lainnya, tidak menyalakan api, tidak bepergian dan tidak mengumbar hawa nafsu atau hiburan/ bersenang-senang.
Oleh Karena itu, dilansir dari kompas.com, Pelaksanan Tugas Sementara (PTS) General Manager PT. Angkasa Pura 1 I Gusti Ngurah Rai, Subakir, menyampaikan bahwa jumlah penerbangan sebanyak 387 terdiri dari penerbangan domestic dan internasional. Yang tidak beroperasi merupakan 229 penerbangan domestic dan 158 penerbangan internasional.
“Penutupan bandara selama 24 jam, terdapat 387 penerbangan yang tidak beroperasi. Penerbangan untuk domestik ataupun internasional,” kata Subakir di Tuban, Badung, Bali. Ia menambahkan, “Jumlah itu adakah data yang kami himpun. Maskapai-maskapai yang memiliki penerbangan berjadwal maka akan menyesuaikan jadwalnya dan tidak menjual tiket pada penerbangan hari Nyepi,” tambahnya.
Mengenai hal akan penutupan bandara dan peniadaan penerbangan baik itu domestic maupun internasional di saat hari Raya Nyepi, Angkasa Pura dan AirNav telah mengeluarkan Notam No. A0087/16 sejak 15 Januari 2016 yang lalu dan ditujukan kepada seletuh pengelola bandara di Dunia.
.jpg)