YOGYAKARTA, HarianBernas.com – Jelang acara Tawur Agung Kesanga yang akan berlangsung Kamis (8/3/16) di kompleks Candi Prambanan, panitia Hari Raya Nyepi 1938 SAKA/2016 Masehi mengadakan audiensi di Kantor Harian BERNAS. Audiensi dihadiri oleh Ketua Panitia Hari Raya I Wayan Ordiyasa, Kolonel (Purn) I Made Astratanaya, Ketua PHDI Sleman, Alit Merthayasa dan disambut hangat oleh Pimpinan Harian BERNAS, Putu Putrayasa beserta redaksi.
Dalam audiensi dijelaskan apa saja rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi dan bagaimana persiapan Tawur Agung Kesanga. Pemerintah Kabupaten Sleman juga ikut andil dalam persiapan perayaan Hari Raya Nyepi.
Tawur Agung Kesanga kali ini akan dimeriahkan oleh 31 ogoh-ogoh dari DIY dan Jawa Tengah. Untuk pertama kalinya 31 ogoh-ogoh mengikuti pawai di Candi Prambanan dan sebagai wujud pelestarian budaya.
Ketua Panitia Nyepi, I Wayan Ordiyasa menjelaskan bahwa Tawur Agung Kesanga tidak hanya berisi pawai budaya dari Umat Hindu, namun juga akan diisi oleh beberapa pawai budaya dari berbagai agama. Maka, dalam Tawur Agung Kesanga lebih sebagai Lintas Agama sesuai dengan tema kali ini ?Toleransi dalam Keberagaman menuju Jagadhita? Jagadhita adalah masyarakat yang sejahtera, makmur, dan bahagia.
?Besok tidak hanya pawai dari Umat Hindu saja, seperti ogoh-ogoh, namun juga akan ada pertunjukan barongsai dan beberapa kreatifitas dari berbagai umat,? jelasnya kepada Harian Bernas kemarin (7/3) sore.
Kolonel (Purn) I Made Astratanaya juga menambahkan bahwa Jogja merupakan kota budaya dan dengan adanya 31 ogoh-ogoh pada Tawur Agung kali ini ikut memajukan pariwisata DIY.
