HarianBernas.com – BlackBerry berencana meluncurkan dua perangkat Android kelas menengah di tahun 2016 ini. Upaya BalckBerry ini bisa dibilang sebagai kesempatan terakhir dari para analis dari BlckBerry untuk dapat berbuat sesuatu yang betul di bisnis handset.
Blackberry mulai mengakui bahwa harga Blackberry Priv dinilai terlalu mahal. Ponsel pertama yang menjalankan sistem android dari “brand” yang sangat terkenal dengan keyboard qwerty ini.
Dalam sebuah wawancara di salah satu media yang berbasis di Abu Dhabi: The National, Chief executive BlackBerry, John Chen mengatakan bahwa sebentar lagi Blackberry akan ada 2 handset Android tahun ini, satu handset memiliki keyboard full dan satunya lagi akan berlayar touchscreen. Tetapi Chen belum memberi informasi kapan waktu secara pastinya peluncuran kedua ponsel Android ini.
“Touchscreen telah benar menggantikan keyboard fisik dan jauh lebih baik menurut kemampuan analisis prediktif. Di Indonesia, pasar BBM pun telah diambil alih oleh Whatsapp dan aplikasi messaging lainnya.” @ariefburhan
Di tahun 2015, BlackBerry mengeluarkan perangkat telepon seluler pertama yang dapat menjalankan sistem operasi Android yang disebut Priv. Priv sendiri ditujukan untuk pasar high-end, pasar dimana Apple dan Samsung telah lama bermain dengan smartphone flagshipnya. Tetapi Chen juga mengatakan bahwa Priv dinilai terlalu mahal.
“Fakta bahwa kami datang dengan ponsel high-end (seperti Priv, perangkat Android pertama kami) mungkin tak bijaksana,” kata Chen.
“Banyak pelanggan BalckBerry tlah mengatakan kepada kami, 'Aku ingin membeli ponsel, tapi harga $ 700 ialah sedikit terlalu malah bagi saya. Saya lebih tertarik pada handset seharga $ 400'.”
BlackBerry sepertinya akan mengalami perjuangan yang sangat berat perihal kondisi pasar smartphone yang sedang melambat dan persaingan yang sangat ketat dalam kelas mid-range, terlebih karena Blackberry telah mengalami kehilangan banyak fitur kunci serta tidak memiliki faktor pembeda.
Dahulu merek BlackBerry masih sangat kuat dan keyboard QWERTY juga masih memiliki nilai jual yang sangat baik, BlackBerry Messenger dan platformnya tampaknya aman, tetapi hal tersebut sepertinya kini telah berubah,” kata Neil Shah yang merupakan analis di Counterpoint Researchpada pada CNBC melalui email.
