YOGYAKARTA, HarianBernas.com– Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan menilai mutu pendidikan jarang dilakukan ketika muncul sebuah prestasi yang didapatkan siswa. Untuk itu, Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) didorong untuk melakukan evaluasi kualitas pendidikan nasional secara menyeluruh dengan melibatkan ekosistem pendidikan, yaitu siswa, guru, kepala sekolah, serta orang tua,Senin (30/5).
Menurut Anies, penilaian terhadap mutu pendidikan oleh berbagai pihak terkadang hanya dilakukan pada saat muncul persoalan atau kasus tertentu yang melibatkan siswa. Dalam konteks saat ini, evaluasi kualitas pendidikan tidak hanya menjadi tugas pemerintah. Masyarakat dan elemen-elemen lain memiliki pekerjaan bersama untuk evaluasi kualitas pendidikan demi kepentingan memajukan pendidikan Indonesia.
“Dengan evaluasi secara menyeluruh melibatkan ekosistem pendidikan, kami harap penilaiannya adil,” terang Menteri Anies Baswedan di “International Conference On Educational Research and Evaluation” di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Senin.
Penilaian atau evaluasi terhadap mutu pendidikan, secara terpisah, jangan hanya berfokus pada empat elemen siswa, guru, kepala sekolah, serta orang tua. Keempat elemen bersatu padu dalam kesatuan ekosistem dalam penyelenggaraan pendidikan siswa.
“Penilaian berdasar ekosistem pendidikan dapat menjadi instrumen untuk melakukan intervensi secara tepat untuk peningkatan kualitas pendidikan,” kata Anies.
Menteri Anies berharap Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) bisa menciptakan sistem penilaian pendidikan yang bersifat timbal balik (resiprokal), misal orang tua dapat memperoleh informasi tentang kualitas guru, guru memperoleh informasi tentang kepala sekolah, kepala sekolah mendapatkan informasi tentang kepala dinas pendidikan, dan seterusnya.
“Saya tantang HEPI membuat mekanisme penilaian pendidikan yang bisa merangkum semuanya dan hasilnya dapat dipahami masyarakat awam,” imbuh Anies.
