KULON PROGO, HarianBernas.com– Bupati Kulon Progo, Yogyakarta, Hasto Wardoyo membantu empat kepala keluarga korban banjir dan tanah longsor di Kecamatan Temon dan Kokap, Senin (20/6).
Empat kepala keluarga yang mendapat bantuan, yaitu atas nama Suharinah dan atas nama Paijan, Wiryonadi, dan Sukirno.
“Kami memberikan bantuan uang tunai dan bantuan logistik untuk makan warga yang bergotong-royong. Kami juga merencanakan membedah rumah warga yang terkena bencana tanah longsor dan banjir secara gotong-royong,” terang Hasto di Kulon Progo, Senin.
Harapannya, bantuan dapat dipakai untuk meringankan gotong-royong yang dilakukan masyarakat. Sedangkan, bantuan bedah rumah berasal dari dana Forum CSR dan Baznas Kulon Progo. Pihak Pemkab Kulon Progo juga menyambut baik respon masyarakat, jajaran pemerintah, anggota TNI dan Polri yang cepat untuk menangani bencana, kata Hasto.
Bupati dan jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) telah melaksanakan rapat tanggap bencana untuk membahas inovasi dan terobosan terkait penanganan bencana. Tujuannya, agar pemerintah daerah secepatnya mencairkan anggaran untuk menolong korban bencana dan bergotong royong dengan masyarakat, TNI, Polri.
Selama ini, dewan selalu menyinggung penyerapan anggaran tidak terduga hanya sekitar 15 persen. Untuk itu, Pemkab Kulon Progo akan memaksimalkan penggunaan anggaran tidak terduga untuk penanganan bencana, imbuh Bupati.
BPBD dengan DPU sedang menginventarisasi infrastruktur rusak, misal tanggul, saluran irigasi, jalan rusak, dan jembatan rusak. Data inventarisasi itu akan menjadi pijakan penanganan pascabencana dari pihak pemkab, Pemda DIY dan pemerintah pusat.
Bupati Kulon Progo menyebut tidak bisa menggunakan dana APBD untuk pembangunan instrastruktur dari provinsi atau nasional sehingga BPBD dan DPU memetakan dan mendata infrastruktur rusak.
Kepala DPU Kulon Progo Sukoco menuturkan pihaknya siap melakukan penanganan kerusakan pascabencana, khususnya infrastruktur dari kabupaten. Alat berat juga akan digunakan untuk menangani tanah longsor yang tidak bisa diselesaikan secara manual di Kecamatan Samigaluh.
