YOGYAKARTA, HarianBernas.com– Dinas Kebudayaan (Disbud), Yogyakarta tingkatkan pengawasan dan perawatan aset bangunan cagar budaya jelang libur Lebaran 2016. Disbud akan meminta juru pelihara memelihara dengan lebih intens terhadap aset cagar budaya, Jumat (24/6).
“Kami akan meminta juru pelihara cagar budaya melakukan pengawasan dan perawatan lebih intens terhadap aset cagar budaya,” terang Umar Priyono, Kepala Dinas Kebudayaan, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Yogyakarta.
Disbud menyebut tak ada penganggaran khusus untuk pemeliharaan cagar budaya jelang Lebaran. Namun, frekuensinya akan ditingkatkan seiring meningkatnya jumlah kegiatan pemudik ataupun wisatawan yang datang ke Yogyakarta. Wisatawan dimungkinkan akan bersentuhan dengan bangunan cagar budaya. Secara umum, pemeliharaan cagar budaya dilaksanakan sama seperti hari-hari biasa, misal pembersihan, pengecatan Tugu Pal Putih, ataupun bangunan cagar budaya lainn.
“Arus lalu lintas dan kegiatan wisatawan otomatis akan naik signifikan sehingga kemungkinan akan memengaruhi kebersihan di sekitar bangunan cagar budaya,” ujar Umar Priyono.
Harapannya, dengan peningkatan intensitas perawatan bangunan cagar budaya akan menambah daya tarik wisatawan. Beberapa juru pelihara cagar budaya akan disiapkan di Tugu Pal Putih, bangunan Kandang Menjangan, Panggung Krapyak Sewon Bantul 1 orang, Kawasan cagar budaya Kota Gede 3 orang, Kota Yogyakarta 1 orang, dan kawasan cagar budaya Pleret di Desa Pleret 3 orang.
Selain bangunan cagar budaya di bawah pengelolaan Dinas Budaya DIY, pihak pengelola museum akan membenahi fisik bangunan untuk menaikan kunjungan wisatawan sepanjang libur Lebaran. Menurut Ketua Bidang Teknologi Informasi dan Kerja Sama Badan Musyawarah Museum DIY, Donny S Megananda museum harus menyenangkan, edukatif, dan jauh dari kesan angker. Pembenahan akan dilakukan di aspek kebersihan, penataan desain, tampilan fisik, serta pelayanan pemandu museum.
