YOGYAKARTA, HarianBernas.com-Kepolisian Daerah (Polda) Yogyakarta kerahkan 2.650 personel dalam Operasi Ramadaniya atau Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri untuk pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran, Jumat (24/6).
“Kami kerahkan sebanyak 2.650 personel. Terdiri atas Satgas Polda DIY, serta Satgas Polres empat kabupaten dan satu kota,” jelas Anny Pujiastuti, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda DIY AKBP di Yogyakarta.
Selain aparat polisi dari Polda dan Polres di DIY, Operasi Ramadaniya dari tanggal 30 Juni hingga 15 Juli 2016 juga akan melibatkan 1.500 petugas gabungan dari TNI, pramuka, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Pemadam Kebakaran, dan Tim SAR.
Menurut Anny, Operasi Ramadaniya memiliki sasaran operasi pengamanan kegiatan ibadah, mobilitas angkutan manusia dan barang, kegiatan di terminal, bandara, stasiun, tempat rekreasi, serta pusat keramaian masyarakat lainnya.
Jalur lalu lintas serta semua pusat kegiatan masyarakat selma Ramadhan hingga libur Lebaran akan kami amankan 24 jam. Meski ada pengamanan dari petugas kepolisian, Anny mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan ketika berada di keramaian.
Masyarakat juga dihimbau untuk memastikan rumah yang ditinggalkan dalam keadaan aman dan terkunci saat melakukan perjalanan mudik Lebaran. Khusus untuk mewaspadai pencurian dengan cara hipnotis atau “gendam”, masyarakat bisa menghindarinya dengan menolak makanan atau minuman apapun dari orang asing saat di keramaian. Lebaran 2015, kasus kriminal yang menonjol adalah pencurian atau pencopetan, khususnya yang dilakukan dengan cara gendam, imbuh Anny.
Pemudik dihimbau agar juga menghidari jalur kemacetan dan memilih jalur alternatif yang petunjuknya telah disiapkan oleh Dinas Perhubungan DIY. Seluruh jalur alternatif akan diberikan papan penunjuk arah mulai H-14 sehingga pengendara dari luar DIY tidak kesulitan melaluinya, terang Kepala Dinas Perhubungan DIY, Sigit Haryanta.
