KULON PROGO, HarianBernas.com– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo, Yogyakarta, memastikan vaksin balita palsu tidak beredar di wilayahnya meski vaksin di setiap puskesmas dan rumah sakit dipasok dari Jawa Barat, Minggu (26/6).
“Untuk vaksin program di Kulon Progo aman karena didrop dari Kementerian Kesehatan. Untuk itu, kami mengimbau warga untuk tidak resah dengan vaksin palsu dari pemberitaan,” terang Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo, Bambang Haryatno di Kulon Progo, Minggu.
Pengadaan vaksin dipesan langsung dari Biofarma Bandung, lalu didrop Dinkes ke Puskesmas dan rumah sakit di Kulon Progo. Pengadaan vaksin juga dikerjakan langsung Kementerian Kesehatan kerja sama dengan Biofarma Bandung. Untuk itu, tidak ada alasan masyarakat Kulon Progo resah. Meski demikian, kami minta ibu-ibu yang mempunyai balita waspada, terang Bambang Haryanto.
Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo menyebut vaksin palsu harusnya mudah dideteksi dari kemasannya. Sampai saat ini, belum ditemukan peredaran vaksin palsu di Kulon Progo.
Beberapa waktu lalu, Penyidik Subdirektorat Industri dan Perdagangan Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri menangkap sindikat pemalsu vaksin untuk balita. Dari operasi itu, sindikat itu sudah memproduksi vaksin palsu sejak tahun 2003 dengan distribusi ke seluruh Indonesia. Hingga kini, penyidik baru baru mendapati vaksin palsu di tiga daerah, yakni Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta.
Pelaku dijerat Pasal 197 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun dan Pasal 62 juncto Pasal 8 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
