YOGYAKARTA, HarianBernas.com– Pelukis Yogyakarta, Nasirun meraih tiga piagam penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia dari tiga karya seninya yang dipamerkan di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis (2/6).
Menurut Nasirun, lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini, karya-karya seninya dirampungkan dalam waktu dua tahun. Pria kelahiran Cilacap ini dinobatkan sebagai pelukis dengan media mobil terbanyak (24 mobil). Mobil-mobil yang digunakan sebagai media lukis berjenis Mercy, Toyota Cecilia, Fiat, serta VW Caravelle, lalu pembuat miniatur Candi Borobudur dari susunan pagupon terbanyak (113 pagupon), dan pelukis dengan media meja kayu utuh terbanyak (13 meja kayu).
“Karya-karya Nasirun hari ini resmi kami catat sebagai rekor ke 7.476, 7.477, dan 7.478,” kata Sri Widati, manajer eksekutif Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) di Yogyakarta.
Karya-karya Nasirun bertajuk “RUN: Embracing Diversity” telah menghiasi kompleks Sportorium, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mulai 29 Mei-2 Juni 2016. Karya Nasirun ini telah memenuhi empat prinsip utama pemecahan rekor MURI, yaitu paling pertama, unik, dan langka, imbuh Sri.
Kurator pameran karya Nasirun, Suwarno Wisetrotomo menuturkan karya-karya Nasirun murni lahir dari totalitasnya menggeluti bidang seni selama ini. Pameran karya Nasirun juga memberikan pelajaran berharga mengenai keberagaman. Sebagai pelukis yang dekat dengan Nahdlatul Ulama (NU), Nasirun memilih memamerkan karyanya di kampus Muhammadiyah dengan mempersembahkan karya stupa Borobudur.
“Pencapaian itu adalah akumulasi pengabdian dirinya sebagai seniman, lahir dan batin,” kata Suwarno Wisetrotomo, pengajar seni rupa.
Nasirun tak pernah mengira akan meraih penghargaan itu. Ia mengaku berkarya semata-mata untuk mensyukuri bakat yang diberikan Tuhan. Saya teringat pesan ibu saya, kamu tidak boleh memiliki ambisi untuk terkenal, tetapi kamu harus meng-“istiqomahi” apa yang dikaruniakan oleh Tuhan.
