Sekitar tahun 2014, saya mengajak istri, Dani, liburan ke Bali, sekaligus mengajak 2 anak saya, Aldan yang waktu itu masih berumur 6 tahun, dan Benjamin masih BALITA. Pada saat pesawat take off anak saya Aldan bertanya kepada saya, kenapa pesawat ini cepat sekali jalan dan tiba-tiba bisa naik? Saya jawab dengan sederhana, karena ada mesin pendorong pesawat yang dibuat oleh orang-orang pintar, sehingga bisa mengantarkan liburan ke Bali. Jawaban sederhana karena kemampuan anak dalam menyerap informasi masih terbatas. Dalam perjalanan, Aldan bertanya lagi, kenapa rumah rumah dan gedung terlihat kecil? Saya berikan jawaban sederhana, yang intinya bahwa semakin tinggi pesawat ini terbang maka jarak penglihatan mata semakian jauh, sehingga benda-benda pun semakin terlihat kecil, serta semakin tinggi maka pesawat akan banyak terpaan angin dan bisa terkena badai.
Beberapa saat kemudian Aldan tertidur sambil memegang mainan pesawat miniaturnya. Ketika Aldan tertidur saya justru tidak bisa tenang kerena jawaban sederhana saya tadi, tentang semakin tinggi pesawat ini terbang maka semua akan terlihat kecil. Apa yang membuat saya tidak tenang? Karena kita harus bisa belajar dari cerita tentang Cabin Pesawat ini. Apakah pelajaran itu?
Di awali, pada tahun 1998 saya lulus SMU dan harus segera mencari pekerjaan karena tidak ada biaya kuliah, saya tinggal di tengah keluarga sederhana dan kebetulan keluarga kami bisa di bilang keluarga yang tidak cukup beruntung dalam hal financial, bapak saya seorang tukang becak dan ibu saya hanyalah ibu rumah tangga biasa. Setiap hari saya mencoba mencari pekerjaan dengan mengirimkan surat lamaran kesana kemari hingga akhirnya saya bisa menjadi seorang supir taksi, dari hasil kerja jerih payah itulah saya bisa kumpulkan uang sedikit demi sedikit untuk kuliah pada tahun 2000 dan akhir nya bisa lulus dengan nilai IPK 3.8.
Saya tidak tau masalah apa yang paling besar yang sedang dihadapi masing-masing orang, namun banyak orang memiliki masalah yang membat tidak bisa maju dalam karir. Namun sebenarnya, semakin tinggi posisi kita, maka kita bisa melihat masalah itu semakin kecil dan bisa di lewati. Ini terbukti, akhirnya saat ini saya bisa bekerja sebagai General Manager di Hotel Grand Zuri Malioboro Yogyakarta.
Beberapa hal yang bisa dipelajari dari kisah yang saya alami, maka beberapa hal ini akan bisa menjelaskan secara mendalam, yaitu :
- Miliki cita cita yg tinggi,karena dari sanalah semangat dan daya juang kita akan terbangun, dengan langkah jelas ke sebuah titik.
- Tambahkan jam terbang Anda lebih tinggi untuk membaca buku agar makin hari makin mampu menguasai banyak ilmu pengetahuan untuk modal mengembangkan diri
- Perkuat jaringan dengan membangun pergaulan kepada lingkungan pertemanan yang memiliki motivasi tinggi, jangan sebaliknya, selalu mengerdilkan semangat kita.
- Mulailah dari hal-hal kecil yang Anda bisa lakukan sejak hari ini dengan selalu melihat masa depan Anda. Dengan cara ini maka penguasaan lapangan begitu matang, sebelum memiliki jabatan tinggi sudah dibekali skill dan kompetensi yang tinggi.
Demikian manfaat yang bisa diambil dari kisah perjalanan liburan saya, tentang pelajaran cabin pesawat. Semoga bermanfaat.
Alit Nurwanto
