BANTUL, HarianBernas.com-Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Bantul, Yogyakarta, menyebut stok beras di gudang Badan Urusan Logistik DIY mencapai 34.800 ton, Selasa (7/6).
“Untuk stok pangan, terutama beras sangat aman. Saat ini, ketersediaan beras di gudang Bulog untuk seluruh DIY capai 34.800 ton,” terang Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Bantul, Sahadi Suparjo, Selasa.
Dari angka stok beras tersebut, alokasi beras untuk Bantul sejumlah 5.600 ton. Beras ini berkelas premium kalau dikonsumsi penduduk Bantul yang berjumlah 900 ribu jiwa, masih mencukupi untuk beberapa bulan ke depan.
“Itu belum termasuk stok hasil panen petani, jadi sangat mencukupi. Yang terpenting itu,” katanya.
Beras memang menjadi komoditas utama yang paling dibutuhkan masyarakat sehingga harus mencukupi kebutuhan.Untuk itu, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Bulog agar menjamin ketersediaan beras ini.
Meski ketersediaan beras mencukupi, harga beras naik di awal Ramadhan 1437 Hijriah, bahkan harga beras saat ini cukup tinggi di tingkat pedagang pasar tradisional, yaitu Rp9.200 per kilogram.
Kalau sebelumnya harga beras masih Rp8.500 per kg. “Kami tak tahu apa penyebabnya, mungkin saat ini permintaannya tinggi,” katanya.
Harga sejumlah kebutuhan pokok lainnya juga cenderung fluktuatif. Ada yang harganya naik dan harganya ada yang turun. Namun, pergerakan harga bahan pokok itu tak terlalu signifikan.
Harga kebutuhan pokok yang turun, yaitu gula pasir dari Rp16.000 turun menjadi Rp15.800 per kg, tepung dari Rp8.750 turun menjadi Rp8.000 per kg, daging ayam kampung dari Rp62.000 turun menjadi Rp60.300 per kg.
Untuk kebutuhan pokok yang naik, daging ayam broiler dari Rp30.500 naik menjadi Rp31.300 per kg, telur dari Rp21.000 naik menjadi Rp21.800 per kg, minyak goreng dari Rp14.000 naik menjadi Rp14.500 per liter, cabai merah keriting dari Rp16.500 naik menjadi Rp18.300 per kg.
