HarianBernas.com – Dari pagi sampai malam, di mana saja, kita selalu ?dekat? dengan smartphone. Setiap waktu, termasuk ketika sedang makan, kita sulit melepaskan ponsel dari genggaman. Hingga waktu ini para pakar masih pro-kontra apakah syarat tersebut mampu digolongkan ke dalam kategori kecanduan atau sekadar penggunaan yang hiperbola saja.
Sebuah studi yang dilakukan sejumlah peneliti di Harvard Business School dan melibatkan 1.600 manajer serta profesional, menemukan bahwa:
70% mengatakan setiap jam mereka mengecek smartphone
56% mengecek smartphone satu jam sebelum tidur
48% mengecek smartphone sepanjang weekend, termasuk hari Jumat serta Sabtu malam
51% mengatakan saat berlibur selalu mengecek smartphone
44% mengatakan bahwa mereka akan merasa cemas jika smartphone mereka hilang serta tidak mampu menemukannya
Sedikit berbeda dengan studi yang dilakukan sejumlah peneliti di Ofcoms, Inggris, kecanduan gadget sudah mencapai proporsi epidemik. Sebesar 37% orang dewasa di Inggris mengaku mereka sangat kecanduan dengan smartphone.
Selain itu, hampir 1/2 responden pada penelitian tersebut berkata mereka memakai smartphone buat bersosialiasi, seperempatnya menggunakan smartphone saat jam makan, serta seperlimanya memakai smartphone waktu sedang di kamar mandi.
Studi lainnya yang dipublikasikan pada Journal of Personal and Ubiquitous Computing, menyimpulkan bahwa smartphone mengambil alih kehidupan seseorang. Para peneliti mengidentifikasi bahwa yang membuat mereka kecanduan smartphone adalah akibat ?kebiasaan mengecek?.
Hanya karena ingin mengecek smartphone, lama kelamaan kita bisa ketergantungan. Berawal dari mengakses aplikasi eksklusif, lama kelamaan kita terbiasa buat terus mengeceknya. Ini tentunya tidak merusak jika memang dilakukan seperlunya saja, tetapi jika kita terobsesi mengecek handphone bahkan waktu sedang menghabiskan quality time bersama orang tercinta, ini adalah Anda sudah benar-benar ketergantungan.
Namun terdapat beberapa langkah yang bisa Anda lakukan agar terbebas dari kecanduan smartphone.
Beli smartphone yang sinkron dengan kebutuhan. Anda tidak perlu membeli smartphone yang fiturnya banyak. Cukup pilih smartphone yang bisa memenuhi kebutuhan Anda.
Install sedikit aplikasi. Semakin banyak aplikasi, semakin lambat kinerja smartphone Anda, serta baterainya juga cepat habis. Umumnya kebanyakan orang hanya menggunakan lima hingga sepuluh aplikasi secara teratur. Suara atau lampu notifikasi dari perangkat lunak bisa merusak fokus Anda.
Jika Anda sering mengecek smartphone Anda, sebaiknya tinggalkan smartphone Anda di ruangan yang lain, atau pada pada tas, jadi Anda akan terhindar dari hasrat buat mengeceknya.
Jangan gunakan telepon ketika sedang berbicara bersama orang lain. Jika bukan telepon yang benar-benar krusial atau penting sampai Anda wajib mengangkatnya, jangan diangkat.
Saat sedang berbicara dengan orang lain serta ada pesan masuk, kemudian Anda melihat smartphone Anda atau kemudian mengetik pesan meski hanya sebentar, syarat tersebut dapat berdampak negatif terhadap korelasi dengan lawan bicara Anda. Dampaknya dapat menghipnotis produktivitas Anda.
