JAKARTA, HarianBernas.com – Kemenpora meminta pihak Pusat Pengelola Komplek Gelora Bung Karno (PPK-GBK) untuk menunda proses renovasi venue tenis, hingga beberapa minggu kedepan untuk mencarikan solusi.
Langkah itu dilakukan usai Kemenpora, bersama KOI, KONI, PPKGBK dan PP Pelti melakukan rapat untuk membahas permasalahan venue tenis yang akan dibongkar untuk pembangunan venue soft ball dan baseball di Kantor Kemenpora, Jakarta, Rabu (7/6).
Menurut Kelapa Bidang Komunikasi Publik Kemenpora, Gatot Dewa Broto mengaku, pihaknya membahas permasalahan venue tenis yang akan dibongkar di luar dua lapangan utama, dimana pihak PP Pelti keberatan dan meinta untuk melakukan peninjauan ulang.
“Dalam kesepakatan awal renovasi ini untuk pembangunan venue baseball yang semula akan menggunakan lapangan luar (tanah liat), dalam rapat terbesit beberapa opsi untuk menjadi solusi penting,” kata Gatot usai dapat di Jakarta.
Untuk itulah, pihak Kemenpora meminta kepada PPK-GBK untuk menunda jalannya renovasi beberapa minggu kedepan, sambil mempersiapkan opsi-opsi baru untuk ditentukan sebagai penggantinya.
Gatot menjelaskan, terdapat 3 opsi untuk mengantisipasi penggunaan venue tenis, yaitu menggunakan drave range sebagai venue softball dan baseball. Tetap menggunakan venue tenis, tapi menyisahkan dua lapangan. Terakhir pembangunan venue baseball diluar GBK.
“Kita tahan pembangunan, dan menunggu beberapa pilihan dari opsi yang diajukan. Tapi tidak bisa lama, karena pembangunan ini bersamaan dengan pembangunan stadion madya,” tambahnya.
