HarianBernas.com – “Pak… bagaimana caranya agar saya bisa punya Bank? Berapa modalnya?” Saya memberondong lelaki paruh baya di hadapan saya. Dengan sabar, pria ini menjawab pertanyaan pemuda di hadapannya. Mungkin juga dengan ragu, karena penampilan saya ketika tentu berbeda dengan sekarang.
Perjalanan bisnis saya, masih jauh dari impian itu, tetapi saya terus memupuknya. Saya sering mengatakan kepada tim saya, kepada pasangan. Begitu juga saya akan terus mengafirmasi ketika melihat sebuah gedung Bank Perkreditan Rakyat, saya akan mengafirmasi kembali ke dalam bathin saya, “suatu ketika saya akan memilikinya”.
Baca juga: Begini 3 Cara Membeli Saham Bagi Pemula dengan Mudah
Tahun lalu, 15 tahun setelah kejadian tersebut, dalam sebuah jamuan makan malam, seorang pria, menawarkan sebagian sahamnya di sebuah Bank Perkreditan Rakyat, untuk saya ambil.
Tiba-tiba ingatan saya melayang kepada kejadian 15 tahun silam itu, ketika dengan rasa kepo yang tinggi, saya memberondong lelaki di hadapan saya dengan puluhan pertanyaan, bagaimana saya bisa memiliki sebuah Bank.
Ingatan saya kembali, kepada 20 Tahun lalu, saya membaca salah satu buku terbaik yang pernah saya baca “Berpikir dan Berjiwa Besar”, bagaimana meraih impian menggunakan kekuatan pikiran bawah sadar.
Seperti sebuah rendevouz, saya mengenang perjalanan bagaimana memiliki Bank dimulai dari memimpikannya, 15 tahun silam. Saya ingat juga, bagaimana 20 tahun silam, memilih kuliah di Teknik Sipil UGM, karena saya pernah membaca kisah sukses seorang direktur Bank yang berlatar belakang pendidikan Teknik Sipil ITB.
Baca juga: Mengenal Trading Saham dan Cara Jitu Jadi Trader Handal
Saya beruntung, saya tidak suka membunuh impian-impian saya. Jika perjalanan mencapai impian tersebut, masih jauh dari kenyataan, saya tidak akan membuangnya jauh-jauh, saya hanya mengendapkannya di Pikiran Bawah sadar saya, membiarkannya tetap bekerja, meski pikiran sadar saya, sedang mengerjakan hal yang lain.
Yang menarik dari kekuatan pikiran bawah sadar adalah bahwa dia tetap bekerja, meskipun kita tidak menyadarinya, bahkan ketika kita tidur sekalipun. Persis seperti ketika pikiran bawah sadar mengendalikan kerja jantung, paru-paru, ginjal dan berbagai organ tubuh lainnya tanpa kita sadari.
Hati-hati dengan pikiran yang Anda pikirkan berulang-ulang, karena secara tidak Anda sadari, ia mengendap dan menjadi sebuah program masa depan Anda. Apakah itu sebuah kekhawatiran ataupun harapan, apakah itu sebuah kekecewaan atau rasa syukur, semua itu benar-benar akan menjadi program kehidupan masa depan Anda.
Saya sendiri, berusaha membatasi pikiran-pikiran negatif, dengan mengisi pikiran saya dengan buku-buku positif, Audiobook, video, pertemuan dengan orang-orang yang positif, asosiasi, perkumpulan dan lain sebagainya.
Saya menjadi Trainer, juga cara saya untuk membangun aliansi pemikir positif. Napoleon Hill, penulis buku “Berpikir dan menjadi Kaya” menyebutnya dengan istilah Master Mind.
Baca juga: 6 Langkah Belajar Investasi dan Trading Saham dari Nol
Puluhan impian besar dan ratusan impian kecil-kecil saya tercapai dengan memastikan pikiran bawah sadar saya terprogram untuk mencapai hal-hal yang saya inginkan.
Kembali kepada cerita Bank, setelah menyelesaikan proses di OJK, akhirnya saya pun mencapainya di tahun 2016 ini. 16 Tahun setelah impian itu terprogram di Pikiran Bawah Sadar saya.
Bagaimana dengan impian Anda? Apakah Anda telah menguatkan program pencapaiannya secara otomatis di pikiran bawah sadar Anda? Sabarkah Anda menunggu sekaligus melakukan percepatan prosesnya, terwujudnya keinginan-keinginan dan impian Anda, menjadi manifestasi fisiknya?
Semoga…
Selamat meraih impian-impian Anda…
Salam Hebat
Putu Putrayasa
CEO Of Hebat Group
Master Practitioner and Trainer of NLP license by co-founder of NLP, Dr. Richard Bandler and Society of NLP, USA
Baca juga: Inilah Jam Buka Bursa Saham di Indonesia
