JAKARTA, HarianBernas.com – Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu menilai perlu meningkatkan peran intelijen, khususnya di Kementerian Pertahanan untuk antisipasi terjadinya aksi teroris, Kamis (9/6).
“Teroris yang di Surabaya. Kita lihat dari situ, ancaman apa? Kemenhan harus mengerti maka, intelijen sangat penting,” jelas Ryamizard usai peluncuran senjata PT Pindad di Kantor Kemhan, Jalan Medan Merdeka Barat Jakarta.
Pernyataan ini dilontarkan untuk menanggapi tertangkapnya tiga terduga teroris di Surabaya, Jawa Timur. Peran intelijen di Kementerian Pertahanan penting sebagai pemberi informasi tentang pertahanan negara. Namun, sampai saat ini, intelijen di Kemenhan tak kunjung terbentuk.
Bagaimana tahu ancaman kalau intelijen enggak ada? Untung saya ngerti, lain-lain juga 'ngerti. Setiap ada masalah, semua merespons, imbuh Ryamizard Ryacudu
Di dunia ini, hanya Kemenhan RI saja yang tak mempunyai intelijen sendiri. Ketika ada kekhawatiran tumpang-tindih wewenang intelijen Kemenhan dan Badan Intelijen Negara, Ryamizard tak menjelaskan secara gamblang.
Sebelumnya, Densus 88 Antiteror Mabes Polri menahan 3 terduga teroris di Surabaya. Ketiga terduga teroris, yaitu Priyo Hadi Purnomo, Jefri Rahmawan, dan Feri Novendi. Rencananya, akan melakukan aksi teror seperti bom Thamrin dan menyerang pos polisi, tempat-tempat umum, dan kedutaan besar di wilayah Jawa Timur tanggal 17 Ramadan 1437 Hijriah.
