Kulon Progo, HarianBernas.com– Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) menilai daya saing pariwisata di Indonesia masih lemah karena sumber daya manusia yang belum profesional untuk mengelola potensi wisata dan budaya yang ada, Rabu (1/6).
Daya saing pariwisata Indonesia menempati urutan ke-50 dari 141 negara, ucap Tamba Parulian Hutapea, Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal (BKPM) di Kulon Progo, Yogyakarta.
Industri pariwisata mempunyai peranan penting untuk menumbuhan ekonomi yang mampu menaikan PDRB daerah dan menciptakan lapangan pekerjaan. Semakin banyak wisatawan asing berkunjung ke Indonesia maka akan banyak menyumbang devisa dan menggerakan ekonomi daerah. Jika ada kunjungan wisatawan asing 10,4 juta orang, akan mampu menyumbang devisa Rp15,5 triliun, terang Tamba Parulian Hutapea.
“Hal ini menunjukkan pariwisata Indonesia berpotensi berkembang, khususnya sektor pariwisata, kekayaan alam, dan harga yang bersaing,” jelas Tamba dalam acara Membedah Potensi Investasi dan Pariwisata DIY.
Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo menyebut investasi di Kulon Progo tahun 2011 sampai 2015 naik cukup signifikan. Tahun 2012 investasi di Kulon Progo sebesar Rp144 miliar, tapi pada tahun 2015 naik menjadi Rp1,04 triliun.
Untuk itu, Hasto Wardoyo kepada unsur terkait berpesan agar tidak mempersulit investasi di Kulon Progo. Kalau mau Investasi, jangan ada rasa ingin mendapatkan sesuatu di luar semestinya.
“Kalau pengusaha mau investasi ya, langsung aja ke warga atau melalui forum CSR,” tegasnya.
Investasi di Kulon Progo sangat aman karena letak geografis di daerah yang sangat mendukung, contohnya jika gunung meletus, tidak perlu khawatir karena dampaknya tidak mencapai di Kulon Progo. Pengembangan produk lokal lainnya seperti gula semut, gula merah, atau gula jawa. Produk ini tidak tandingannya karena di negara lain tidak ada yang memanjat pohon kelapa secara manual atau nderes secara manual.
Bupati Kulon Progo juga akan mengembangkan kawasan industri di Sentolo karena sangat strategis sebagai lokasi penghubung Kulon Progo dengan Kota Yogyakarta. Ke bandara, juga dekat.
