HarianBernas.com– “Pak Putu biasanya akan rajin bertanya. Sementara Pak X, dia mendiamkan timnya sampai timnya merasa kikuk sendiri,” ujar salah seorang tim di hadapan saya. Saya memang biasa meminta feedback atas pola kepemimpinan saya sebagai bahan untuk mengevaluasi, apakah saya sudah On The Right Track.
Saya terkadang mengundang office boy ke ruangann saya, lalu menanyakan beberapa hal dan meminta pendapatnya atau bertanya kepada driver saya, pendapat mengenai kondisi psikologis tim saya. Belajar untuk tetap proaktif. Apapun jawaban dari responden saya merupakan latihan tersendiri agar tim saya yang sebagai responden tidak merasa bersalah karena saya reaktif menanggapi informasi yang diberikan olehnya.
Budaya yang masih saya jaga hingga hari ini adalah masih meluangkan waktu untuk bersalaman, menyapa, memberikan senyuman, dan tanya jawab kecil kepada setiap orang yang saya temui atau sengaja saya hampiri sebelum saya sampai ke ruangan saya di Lantai 3 kantor saya. Kebetulan Kantor di Jakarta ataupun di Jogja, kantor saya berada di Lantai 3.
Kehangatan, persahabatan, dan solidaritas tim, saya yakini adalah faktor penghubung sekaligus perekat kinerja tim secara keseluruhan. Saya percaya Profit dihasilkan oleh Bisnis,lalu Bisnis digerakkan oleh Sistem, kemduian Sistem digerakkan oleh Tim, yaitu tim yang melayani pelanggan, tim yang mengelola produksi, dokumen, keuangan, pencatatan, penjualan, pemasaran, dan semua aktifitas bisnis. Maka, dengan Membangun hubungan yang baik dengan semua anggota tim, kita sudah menyelesaikan 80% dari pekerjaan. People and Education adalah poin penting dalam bisnis.
Saya telah menjalani bisnis hampir 20 Tahun. Saya selalu melihat bahwa produktifitas tim akan muncul manakala sebuah tim bersinergi dan secara selaras memadukan Impian Pribadi, Impian Perusahaan, dan Impian Besar Semesta. Tugas seorang pemimpin adalah membangun pertanyaan-pertanyaan menggelitik yang bisa membangkitkan Rasa Percaya diri alih-alih menghakimi dan menjatuhkan seperti yang dilakukan kebanyakan pemimpin yang masih amatir.
Pada dasarnya, setiap orang adalah pemimpi. Mereka bergerak karena harapan, serta impian untuk hidup lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Impian untuk kelak dikenang karena ia berkontribusi, berguna, dan bermanfaat bagi kehidupan orang lain. Orang boleh tidak kaya, tidak sukses, tetapi impian semua orang adalah menjadi berguna dan tidak boleh mati dalam kondisi sia-sia. Setiap orang ingin menjadi unik dan menjadi berbeda. Untuk menjadi unik itu, banyak orang memperjuangkannya mati-matian.
Pemimpin harus memahami kebutuhan-kebutuhan dasar manusia tersebut. Guru saya Anthonny Robbin menyebutnya sebagai SIX HUMAN NEEDS, yaitu 6 kebutuhan dasar yang menggerakkan umat manusia dari sisi-sisi terdalam relung batinnya.
Setiap orang butuh KEPASTIAN sekaligus membutuhkan VARIASI alias ketidakpastian. Dua kebutuhan manusia itu tampak bertolak belakang, tapi sesungguhnya melengkapi kodrat manusiawi yang ingin sempurna.
Dua kebutuhan berikutnya adalah kebutuhan untuk bersama-sama, sekaligus kebutuhan untuk tampil berbeda alias unik atau signifikan. Sekali lagi, dua kebutuhan itu tampak bertolak belakang karena ingin tampil sama, sekaligus ingin tampil berbeda dan unggul. Namun, sekali lagi, itulah kodrat manusia.
Sementara KEPASTIAN, KETIDAKPASTIAN, KEBERSAMAAN, dan KEUNIKAN merupakan 4 kebutuhan fisik manusia maka 2 Kebutuhan Spiritual Manusia adalah Menjadi TUMBUH dan BERKONTRIBUSI. Setiap jiwa manusia terpanggil oleh Spirit atau Jiwanya untuk selalu Tumbuh. Tumbuh adalah perjalanan hakiki sang Jiwa.
Itulah salah satu alasan mengapa saya mulai mengemudikan KAPAL MEDIA bernama HARIAN BERNAS maka tagline yang saya bangun adalah Inspirasi Bisnis dan Pribadi BERTUMBUH karena saya mengetahui, BERTUMBUH adalah panggilan setiap orang yang telah melampui kebutuhan fisik manusiawinya. BERNAS memanggilnya ke level yang lebih tinggi, level Spirit dengan memenuhi kebutuhan SPIRITUAL setiap pribadi dan organisasi.
Berkontribusi selanjutnya adalah Kebutuhan Spiritual setiap insan manusia yang ada di bumi dan sebagai pemimpin, kita bisa bertanya hal sederhana “Kontribusi apa yang ingin Anda berikan agar Anda dikenang oleh keluarga, sahabat dan kolega Anda?”
Tentu masih banyak pertanyaan pemimpin kepada setiap pemimpi, yaitu timnya sendiri yang bisa dilontarkan dengan cerdas, bukan hanya sekedar basa-basi, tetapi pertanyaan-pertanyaan menggugah yang MENGGALI IMPIAN Tim yang dipimpinnya.
JIka Anda menggunakan SIX HUMAN NEEDS ini sebagai modal untuk membangun pertanyaan-pertanyaan kepada tim Anda, tentu Anda perlu bertanya lalu mendengarkannya. Perlahan, tapi pasti, Anda akan membangun Tim yang Lebih Erat secara batin, Lebih solid dalam kinerja, Lebih merasakan Tim Bisnis sebagai Tim Kehidupan.
Saya Percaya…
Jika Anda Mempraktekkannya…
Anda adalah salah Seorang Pemimpin BESAR di hati orang-orang yang telah, sedang, dan akan Anda Pimpin.
Apakah Anda Percaya?
Salam Hebat
Putu Putrayasa
Business Mentor & Coach
CEO of BERNAS Media Group
www.Putu.HarianBernas.com
