YOGYAKARTA, HarianBernas.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kota Yogyakarta usulkan fasilitas hidran berbasis kampung di kota diperbanyak agar hidran berbasis kampung yang telah dibangun sejak tahun lalu di tiga lokasi menjadi lengkap, Minggu (24/7).
“Kami memiliki 'detail engineering design' (DED) untuk hidran berbasis kampung di 10 lokasi. Kami akan sampaikan DED ke DIY agar ditindaklanjuti,” jelas Agus Winarto, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Yogyakarta.
Sejumlah 10 lokasi akan dibangun hidran berbasis kampung, antara lain, Cokrokusuman, Iromejan, Terban, Gemblakan Bawah, Ledok Tukangan, Jlagran Kampung Karangwaru Los, Pingit,Semaki Gede dan Basen.
Fasilitas hidran berbasis kampung diperlukan karena sebagian besar wilayah permukiman di Kota Yogyakarta daerah padat penduduk dengan jalan sempit yang sering menyulitkan armada pemadam kebakaran. Pada tahun lalu, BPBD Kota Yogyakarta sudah mulai membangun fasilitas hidran berbasis kampung, yaitu di Kampung Pathuk, Prawirodirjan, dan Kauman.
Pembangunan hidran dilakukan dengan membuat jaringan pipa yang dihubungkan dengan sejumlah titik hidran. Jika ada kebakaran, petugas tinggal menyambung pipa dari mobil tanki pemadam kebakaran, lalu mengalirkan air ke hidran yang ada sehingga kebakaran bisa diatasi lebih cepat.
Pembangunan hidran berbasis kampung untuk tiga kampung tersebut dilanjutkan tahun ini dengan dana yang lebih besar yaitu Rp1 miliar. Lelang sudah selesai dan sudah ada pemenangnya. Proses pembangunan akan dilakukan dalam waktu sekitar tiga bulan, imbuh Agus Winarto.
