HarianBernas.com ?Dunia musik sudah ada sejak lama, dan banyak sekali karya rekaman lagu yang sudah dilahirkan di berbagai belahan dunia. Di era digital ini, kemampuan untuk membandingkan dua buah lagu sudah semakin mudah. Maka tak mengherankan jika belakangan ini bisa diketahui kemiripan beberapa lagu hasil kreasi orang yang berbeda.
Kebetulan memang bisa terjadi di mana saja, kapan saja, termasuk di dunia musik. Namun bisa jadi aksi plagiasi, baik sengaja atau tidak disengaja, dilakukan oleh pencipta lagu. Ternyata, banyak musisi Jepang yang menciptakan lagu-lagu yang mengandung bagian yang mirip dengan lagu-lagu karya musisi Indonesia.
Industri musik berkembang berkat strategi pemasaran yang tepat. Begitu pula bisnis modern yang bisa semakin besar dengan Omnichannel Sales Growth. Maksimalkan penjualan di berbagai platform dengan pendekatan yang lebih efektif.
Berikut ini Lima Contoh Lagu Jepang yang Mirip dengan Lagu Indonesia
1. Mucc – Zetsubou — Pas Band – Impresi
Mucc adalah salah satu band yang pernah menjadi pujaan dan panutan para penggemar musik rock di Jepang. Band yang berasal dari Prefektur Ibaraki ini juga pernah meramaikan hingar bingar tren visual kei di negara tersebut.
Ternyata, ada satu lagu mereka yang sangat mirip dengan tembang milik band asal Bandung Pas Band, yakni Zetsubou. Mungkin saja para Paser (fans Pas Band) akan panas begitu tahu lagu tersebut sangat mirip dengan lagu Impresi yang dirilis di dalam album In (No) Sensation pada tahun 1995.
Lagu Zetsubou sendiri ada di dalam album kedua Mucc, yaitu Homura Uta yang dirilis tahun 2002. Memang karakter suara Tatsuro sang vokalis tidak mirip dengan suara Yukie, vokalis Pas Band.
Namun kemiripan dapat didengarkan lewat komposisi intro musiknya. Ketukan dan irama yang dihentakkan di dalam lagu Zetsubou mengingatkan kita pada hentakan di lagu Impresi. Bahkan, lagu itu juga menyajikan suara ocehan dari mulut Tatsuro, meniru suara orasi dari Yukie di lagu Impresi.
2. L’Arc-en-Ciel – New World — /rif – Lo Toe Ye
Band L’Arc-en-Ciel mungkin adalah grup musik paling populer di Jepang di era modern ini. Ternyata, band ini memiliki lagu yang mirip dengan karya /rif, band asal Bandung.
Pada tahun 2000, /rif merilis sebuah album berjudul Nikmati Aja, dengan hits single berjudul Lo Toe Ye. Komposisi gitar yang khas ditambah oleh efek suara bersin yang unik dari vokalisnya, Andy membuat lagu itu meledak di pasaran.
Lima tahun kemudian, pecinta musik Jepang menantikan rilisnya single baru L’Arc-en-Ciel sebelum album baru mereka, Awake keluar di pasaran. Tak disangka, L’Arc-en-Ciel merilis tembang berjudul New World yang memiliki intro gitar yang sangat mirip dengan lagu Lo Toe Ye.
3. Aqua Timez – Velonica — Captain Jack – Sempurna
Pada tahun 2004, sebuah band rock indie dari Jogja, Captain Jack, merilis mini-album (EP) perdana mereka yang diberi judul Unmindless. Di situ terdapat single Sempurna yang menjadi andalan di atas panggung.
Kemudian tahun 2009, band Jepang Aqua Timez merilis lagu berjudul Velonica yang menjadi lagu tema pembuka kesembilan anime Bleach. Komposisi intro lagu ini sangat mirip dengan karya milik Captain Jack tersebut.
Beberapa netizen fanatik musik Jepang yang pernah mendengar lagu Sempurna lalu buru-buru mengklaim Captain Jack melakukan plagiat terhadap lagu Velonica. Padahal, lagu Sempurna rilis lima tahun lebih awal ketimbang Velonica.
Baca juga: 7 Cara Belajar Bahasa Jepang yang Cepat untuk Pemula
4. Stereopony – Tsukiakari no Michishirube — Yovie & Nuno – Janji Suci
Satu lagi lagu Jepang yang serupa dengan lagu dari Indonesia, yakni Tsukiakari no Michishirube milik band Stereopony. Nada-nada di lagu tersebut sangatlah mirip dengan tembang Janji Suci yang dibawakan Yovie & Nuno.
Janji Suci terdapat dalam album The Special One milik Yovie & Nuno yang dirilis tahun 2007. Komposisinya yang lembut sempat membuatnya menjadi tembang hits di Tanah Air kala itu.
Lantas pada 2009, Stereopony merilis single Tsukiakari no Michishirube dan dimasukkan ke dalam album Over The Border pada tahun 2010. Kemiripannya dengan lagu milik Yovie & Nuno bisa dirasakan pada bagian reffrain. Bahkan, nada-nada yang ada di bagian itu diulang-ulang kembali dalam bagian selanjutnya.
5. Takashi Sorimachi – Poison — Swami – Bento
Takashi Sorimachi adalah aktor yang juga berbakat sebagai penyanyi. Salah satu lagunya berjudul Poison yang dirilis tahun 1998. Lagu itu menjadi soundtrack serial drama adaptasi manga Great Teacher Onizuka (GTO) yang dibintangi olehnya sendiri.
Sementara itu, satu dekade sebelumnya, pada tahun 1989, sebuah grup legendaris Indonesia bernama Swami yang terdiri dari musisi senior seperti Iwan Fals dan Sawung Jabo merilis album bertajuk Swami I.
Di dalam album perdana mereka itu terdapat lagu berjudul Bento yang menjadi hits besar bagi Swami dan Iwan Fals. Intro gitar Bento yang catchy menjadi salah satu kekuatan lagu ini.
Intro lagu inilah yang sangat mirip dengan intro lagu Poison yang sering diputar di televisi Jepang bersama pemutaran drama GTO, tahun 1998. Para anggota OI (fans Iwan Fals) tentunya akan mudah mengenali kemiripan ini, walaupun disajiak dengan tone gitar yang berbeda.
Dunia musik menunjukkan bahwa kreativitas tidak terbatas oleh batas negara. Begitu pula dalam dunia kerja, kompetensi SDM menjadi kunci kesuksesan. Anda bisa meningkatkan kemampuan dengan mengambil Sertifikasi Manajer Manajemen Talenta agar lebih siap mengelola potensi individu di perusahaan.
Kenapa Lagu Jepang Tersebut Bisa Mirip Dengan Lagu Indoonesia?
Memang masih banyak tipe netizen yang menghakimi musisi di tanah airnya melakukan plagiat hingga hari ini. Namun jika melihat daftar lagu-lagu di atas dengan melihat tahun rilisnya, kita boleh saja berkesimpulan bahwa musisi luar negeri pun juga membuat karya yang mirip dengan lagu buatan musisi Tanah Air.
Kenapa bisa demikian? Ada banyak kemungkinan. Bisa saja beberapa musisi Jepang yang pernah datang ke Bali atau kota lainnya di Indonesia. Mereka lantas mendengar lagu milik musisi Indonesia dan memakainya sebagai inspirasi untuk membuat lagu baru begitu mereka pulang. Atau mungkin juga ini semua semata-mata hanya sebuah kebetulan belaka.
Seperti musisi yang ingin lagunya dikenal luas, bisnis juga butuh strategi agar lebih mudah ditemukan. Dengan AI-Powered SEO, seseorang bisa saja meningkatkan visibilitas bisnis di Google dan menarik lebih banyak pengunjung maupun pelanggan potensial.
Baca juga: AI Powered SEO, Strategi Cerdas Optimalkan Bisnis Dibantu Google
Pilihan Program Studi yang Mendukung Karier Musik dan Bisnis
Musik bukan sekadar seni, tetapi juga industri yang butuh strategi bisnis yang tepat. Jika tertarik memahami manajemen bisnis dalam dunia kreatif, program studi Manajemen di Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA) bisa menjadi pilihan tepat untuk mengembangkan potensi.
Didukung dengan teknologi yang memadai, UNMAHA menjadi tempat yang cocok untuk berkuliah. Jangan lewatkan kesempatan bergabung dengan UNMAHA melalui pendaftaran mahasiswa baru. Jika masih ragu, tanyakan langsung melalui WhatsApp untuk informasi lebih lanjut.
Seperti industri musik yang terus berkembang, pendidikan juga semakin fleksibel. Dengan beasiswa PBL UNMAHA, kamu bisa kuliah gratis sambil bekerja remote. Peluang ini membantumu mendapatkan pengalaman kerja sejak dini.
Peluang Bisnis dengan Produk Adolo
Beberapa lagu Jepang mirip dengan lagu Indonesia, membuktikan bahwa inspirasi bisa datang dari mana saja. Dalam dunia bisnis, peluang juga terbuka lebar, misalnya Anda bisa bergabung sebagai reseller di Adolo dan menjual berbagai produk unggulan, termasuk laptop dengan spesifikasi terbaik.
Banyak orang mencari laptop berkualitas untuk bekerja atau berkarya di industri kreatif. Dengan menjadi reseller Adolo, Anda bisa mendapatkan keuntungan dari tren ini. Daftar sekarang di Adolo.id dan mulai bisnis teknologi yang menjanjikan!***4
