GUNUNG KIDUL, HarianBernas.com — Pelaku usaha wisata pantai di Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, keluhkan wisatawan yang membatalkan pesanan penginapan dan makanan laut karena informasi pemberitaan gelombang pasang di pantai selatan, Kamis (14/7).
Pelaku usaha kuliner Pantai Ngandong, Rujimantoro menyebut wisatawan yang membatalkan secara sepihak pemesanan makanan laut dan penginapan.
“Pengusaha kuliner yang baru gulung tikar, yang lama masih bertahan meski rugi cukup besar. Hal ini disebabkan informasi pemberitaan adanya gelombang pasang pantai selatan,” jelas Rujimantoro.
Puluhan wisatawan yang telah membayar uang muka pemesanan makanan dan penginapan di Pantai Ngandong, membatalkan pesanannya, padahal, gelombang pantai selatan normal dan nelayan masih melaut meski tangkapan hanya cukup untuk biaya operasional.
Hasil tangkapan ikan yang sedikit bukan karena gelombang pantai selatan tinggi, tapi pergantian angin timur yang mengakibatkan paceklik ikan. Informasi adanya gelombang tinggi datang dari BMKG DIY, tapi kondisi laut normal. Setiap hari, ada tiga sampai empat kapal milik nelayan Pantai Ngandong melaut.
Sebelumnya, Joko Budiono, koordinator Pos Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai gelombang tinggi dan hujan lebat dengan petir. Kondisi gelombang tinggi ini berbahaya bagi kapal nelayan dan masyarakat yang sedang berlibur di pantai.
Tinggi gelombang akan capai 2-4 meter dari tanggal 10-14 Juli 2016. Tinggi gelombang tersebut dipicu peningkatan kecepatan angin di laut selatan yang melebihi kondisi normal, imbuh Joko.
