HarianBernas.com-Selamat sore para pengamat dan pencari informasi tentang properti di Bali, saya kali ini akan membagi tulisan yang bersumber dari “The Rich Dad Company” milik pakar properti Robert Kiyosaki, yaitu tentang langkah awal untuk memulai berinvestasi di properti, khususnya di properti Bali. Baiklah, kita langsung ya!
Ada banyak sekali informasi dan artikel tentang langkah awal untuk memulai berinvestasi di properti. Namun, menurut saya, saran dari Robert Kiyosaki ini layak untuk kita jadikan acuan karena beliau sudah terbukti sukses di bidang properti. Banyak pakar menyarankan agar kita membeli properti besar yang menghasilkan arus uang yang banyak. Menurut Robert, hal tersebut bukan saran yang buruk, tapi juga bukan saran yang benar.
Baca juga: Inilah 7 Daftar Aplikasi Investasi Resmi Versi OJK
Siapapun Anda atau apakah Anda berinvestasi di properti secara paruh waktu atau “full time”? Adalah bijak bila Anda memulai investasi kecil terlebih dahulu. Masuk akal karena bagaimana kita bisa mengerjakan tugas besar bila kita belum berhasil mengerjakan tugas kecil. Hal sama juga terjadi dengan investasi properti.
Inilah alasan kenapa kita harus memulai investasi properti mulai dari skala kecil terlebih dahulu :
- Membangun kepercayaan diri. Berinvestasi properti dalam skala kecil membuat kita memiliki waktu yang cukup untuk menganalisa semua sisi properti yang akan kita beli. Investasi properti tidak semudah investasi di instrumen lain seperti komoditas atau saham sebab dalam properti kita harus menilai juga dari segi legalitas, finansial dan diperlukan wawasan, serta ketekunan yang besar. Kepercayaan diri sedikit demi sedikit akan terbentuk dari transaksi-transaksi kecil yang kita lakukan .Saat kita sudah memulai proses berinvestasi properti akan ada banyak sekali momen yang membuat kita gelisah dan senang.
- Belajar negosiasi. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang terlahir sebagai ahli negosiasi. Keahlian ini didapat dari pengalaman dan percobaan berulang-ulang. Nah, bila kita memulai negosiasi dari hal kecil maka seberapa besar risiko yang mungkin terjadi? Kecil juga bukan? Kita bisa saja akan kehilangan sejumlah kecil uang,tapi akan akan terbayarkan dengan pengalaman berharga yang bisa kita pelajari. Bukankah pendidikan itu mahal?
- Mulailah dari properti yang kecil. Investasi di properti yang besar, otomatis juga akan membutuhkan aliran kas yang besar dan ini hanya bisa dilakukan oleh konglomerat atau perusahaan raksasa. Lagipula bank tidak akan mau meminjamkan dana dengan jumlah besar bila kita belum punya “track record” pinjaman di bank dalam skala besar.
Demikianlah alasan kenapa kita harus memulai investasi dalam skala kecil terlebih dahulu. Pertanyaannya, apa yang harus saya lakukan sekarang? Mulailah dengan mencari properti skala kecil seperti rumah kecil atau ruko kecil terlebih dahulu.
Baca juga: Inilah Jam Buka Bursa Saham di Indonesia 2021
Salam properti Bali
Sumber tulisan: http://www.cahayasemesta.net/2016/07/tiga-langkah-awal-memulai-investasi.html
