HarianBernas.com-Ada 7 prinsip sukses yang harus benar-benar diperhatikan jika Anda ingin menjadi The Success Entrepreneur. Entrepreneur bukanlah sekedar hanya julukan yang dijadikan predikat seorang pebisnis. Entrepreneur adalah personal yang dapat membantu siapapun di sekitarnya untuk dapat bekerja dan berkarir dalam bisnis yang dibangun olehnya. Namun, untuk menjadi seorang entrepreneur sukses haruslah memiliki identitas yang sangat bisa dijadikan panutan atau figur di manapun dia berada untuk menjalankan misi dalam bisnis atau usahanya sehingga dapat bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Entrepreneur harus dapat menjadi public figur bagi lingkungannya. Kedekatannya dengan karyawan dan pelanggan sebenarnya bukan hanya sebatas hubungan bisnis ataupun relationship saja, melainkan kedekatan secara value dan nilai-nilai baik dalam kehidupan dan lingkungan bisnisnya.
7 Prinsip Tersebut, yaitu:
- The Creative Brain
- Perception is Projection
- Find The Cause
- Powerful Questioning
- Deep Listening
- Clear Goal Setting
- Integrity
1. THE CREATIVE BRAIN
Kreatifitas sangat diperlukan sekali bagi seorang entrepreneur untuk dapat mengetahui apa yang menjadi sebuah ide yang dapat digali dari karyawan ataupun pelanggan sehingga mereka mendapatkan sebuah solusi dari setiap permasalahan ataupun tantangan yang dihadapinya.
Ada 3 bagian utama di Brain Anda yang dapat mempengaruhi cara Anda berpikir dan mengambil sebuah keputusan,yaitu:
The Reptilian Brain berkembang lebih dari jutaan tahun untuk melindungi Anda. Bagian ini mengatur tubuh dan kebiasaan Anda agar mengambil keputusan secara cepat untuk Fight atau Flight dalam keadaan terdesak.
The Mammalian Brain adalah bagian otak yang berfungsi untuk berkomunikasi dan emosi. Semua bahasa disimpan dalam bagian otak ini. Manusia adalah mamalia dan hewan yang senang hidup berkelompok. Dalam kelompok, komunikasi adalah sesuatu yang utama untuk bertahan, termasuk menunjukkan emosi yang diberikan oleh pemimpin kelompok. Contohnya, jika pemimpin Srigala marah maka semua anggota kelompoknya pun akan menunjukan emosi marah tersebut.
The Visual Brain adalah jenis otak yang dimiliki oleh kelompok primata dan memberikan Anda kemampuan untuk melihat sesuatu dan dapat digunakan untuk membayangkan suatu gambaran akan masa depan ataupun masa lalu. Semua yang diciptakan oleh manusia berasal dari Visual Brain ini dan menjadi sumber ide cemerlang dan kreatifitas.
Dalam masa sekarang ini, banyak orang yang termotivasi oleh Negative Reptilian Brain, yaitu bertindak karena ada ancaman. Contohnya, Anda dalam bekerja cenderung menunda sampai dekat deadline, Anda baru dapat mengerjakannya dengan hasil yang luar biasa dalam kondisi waktu yang mendesak. Anda menyadari bahwa ketakutan Anda akan membuat Anda melakukan sesuatu.
Mamalia senang berkomunikasi. Komunikasi adalah bagaimana kita mengetahui kondisi kita di kelompok. Namun, masalah dari komunikasi yang tidak jelas akan mengakibatkan protes dan gosip di kelompok. Protes dan gosip inilah yang dapat mengakibatkan komitmen anggota kelompok untuk saling men-support sehingga proses transformasi menjadi terganggu.
Jadi bagaimana manusia dapat berinteraksi atau terlibat di kehidupan dan pekerjaannya? “Manusia harus dapat membayangkan gambaran tentang masa depan yang diinginkan”
The Visual Brain adalah sesuatu hal unik yang dimiliki oleh manusia, yang diciptakan oleh Tuhan. Dapat membayangkan sesuatu adalah fungsi dasar dari manusia. Anda tidak dapat berpikir tentang masa depan dan masa lalu jika tidak dapat membayangkan. Anda sebenarnya adalah seorang master jika dapat memanfaatkan Visual Brain. Jika Anda membayangkan hal yang negatif maka yang muncul adalah sebuah perasaan takut. Sebaliknya, jika Anda dapat membayangkan keberhasilan maka keyakinan yang kuat di perasaan akan muncul.
Membuat gambaran tentang apa yang tidak Anda inginkan adalah cara sempurna untuk menghambat diri Anda untuk mencapai goal yang Anda inginkan.
Bagaimana jika yang Anda bayangkan adalah sesuatu yang memang ingin Anda lakukan dan dapatkan? Anda dengan cepat akan memperolehnya.
Artikel ini dapat secara lengkap dipelajari di link:
http://coachmargetty.com/2013/06/21/the-reptilian-mamalian-and-visual-brain/
2. PERCEPTION IS PROJECTION
Persepsi adalah pandangan seseorang terhadap suatu situasi, kondisi, atau pemikiran berdasarkan pandangan orang itu sendiri. Persepsi timbul dikarenakan pengambilan kesimpulan dari pemikiran yang tanpa didasari oleh konfirmasi si pemberi pesan. Persepsi dapat berakibat berbedanya makna penyampaian pesan yang dimaksud kepada si penerima pesan sehingga pesan tersebut dapat berbeda makna dan artinya.
Persepsi sering terjadi dikarenakan si penerima pesan tidak benar-benar mendengarkan si pemberi pesan ketika sedang berbicara. Jika di dalam perusahaan, komunikasi yang terjadi selalu menimbulkan perbedaan persepsi maka hal tersebut tidak dapat dianggap sepele karena dapat mengganggu proses alur kerja yang berjalan.
Mengapa timbul Persepsi?
Pesan akan masuk ke dalam Nervous System – The Mind (Neuro) via VAKOG (Visual, Auditory, Kinesthetic, Olfactory, Gustatory) sehingga akan menimbulkan bahasa dan komunikasi non-verbal (Linguistic) yang akan membuat: Pictures, Sounds, Feelings, Tastes, Smells and Words/Self Talk yang berbeda-beda dan membentuk Programming dalam diri seseorang yang menghasilkan Specific and Desired Outcome.
Jika Anda sering mendengar NLP (Neuro Linguistic Programming), proses di atas tersebut menjelaskan bagaimana persepsi terjadi dan juga terkondisikan.
Perception = Goal + Belief
Persepsi akan bisa disamakan jika tujuan yang dimiliki dan keyakinan yang ada adalah sama karena jika tidak sama, jangan mencoba untuk menyamakan persepsi. Hal tersebut tidak akan pernah terjadi.
Jika Anda seorang leaders atau pimpinan dalam sebuah tim, persepsi Anda akan membuat tim sulit untuk berkembang karena Anda cenderung tidak mendengar secara jelas apa yang sedang terjadi. Semua hanya berdasarkan pandangan Anda. Jika terjadi hal tersebut di diri Anda, cobalah untuk bertanya dan mendengar dengar seksama.
Persepsi adalah Proyeksi
Persepsi Anda akan membuat proyeksi kepada kondisi dan situasi terhadap orang yang Anda tuju. Hati-hati terhadap persepsi yang sifatnya negatif karena akan sangat merugikan dan membuat kondisinya jadi merugikan Anda sendiri.
Persepsi tersebut juga akan terproyeksi kepada Anda sebagai leaders sehingga sangat sulit bagi Anda untuk keluar dari kondisi tersebut jika tidak menyadarinya.
Misalnya, ?Tim saya lemah, dan tidak punya semangat? atau ?Tim tidak dapat diandalkan karena tidak ada yang peduli dengan kondisi yang terjadi?
Law of Attraction
Hukum tarik-menarik akan sangat berpengaruh dalam kondisi ini. Ingat apa yang menjadi fokus pikiran Anda maka hal tersebutlah yang akan cenderung tertarik ke diri Anda. Aturlah apa yang menjadi keinginan Anda dan berpikirlah selalu tentang yang Anda inginkan. Jangan dibalik berpikir apa yang tidak ingin Anda lakukan.
Anda bisa melatihnya dalam hal-hal kecil di lingkungan kehidupan Anda.
Hindarilah Berpersepsi! Karena hal tersebut akan terproyeksi kepada kondisi yang Anda alami dan hadapi!
Berpikirlah tentang Apa yang bisa Anda lakukan! Jangan Berpikir Apa yang tidak bisa Anda lakukan!
3. FIND THE CAUSE
Carilah sebab dari setiap efek yang terjadi. Jika Anda tidak dapat menggali untuk lebih mengetahui apa hal inti yang menyebabkan sebuah kejadian terjadi maka penyelesaian masalah yang akan ditangani pun tidak akan tuntas dari akar permasalahan.
Kemampuan menggali dengan pertanyaanlah yang membuat seorang pimpinan dapat membantu tim atau karyawan fokus terhadap sebab dari sebuah masalah atau kejadian yang tidak diinginkan.
Dengan menyosialisasikan hal tersebut selalu menjadi sesuatu yang penting dalam perusahaan maka kreatifitas dan inisiatif tim kerja akan sangat mudah terbangun. Rasa kepemilikan dan tanggung jawab pun akan tumbuh dan membudaya.
4. POWERFUL QUESTIONS
Pertanyaan yang sangat powerful dan bertanya dengan struktur bahasa yang benar dan baik akan sangat membuat sebuah komunikasi yang dilakukan menjadi efektif. Di dalam komunikasi bisnis, pemakaian pertanyaan terbuka (open question) haruslah dilatih karena jawaban dari pertanyaan terbuka akan sangat membantu seorang pimpinan atau tim untuk dapat memahami hal lain yang mungkin menjadi sebab dari sebuah permasalahan. Karena jawaban pertanyaan terbuka akan menciptakan pelajaran baru dan memiliki kualitas jawaban yang lebih lengkap dan baik.
Jika pertanyaan yang diajukan hanya dalam pertanyaan tertutup (close question) maka jawabannya pun tidak akan memunculkan sebuah pelajaran dan tidak sama sekali membantu pimpinan atau tim kerja.
5. DEEP LISTENING
Mendengar untuk mendapatkan sebuah arti dari kata-kata yang disampaikan oleh tim kerja merupakan sebuah kemampuan yang harus dilatih setiap waktu. Karena mendengar berarti memahami mendalam tentang sebuah keadaan yang terjadi untuk kembali bertanya dengan tepat agar solusi bisa ditemukan dengan menggunakan metodologi pertanyaan yang tepat.
Dalam hal ini, seorang pimpinan perlu melatih fokus dan konsentrasi agar tidak kehilangan momen penting dari apa yang dikatakan oleh tim kerja.
6. CLEAR GOAL SETTING
Sebagai seorang pimpinan untuk memahami dan membuat sebuah pencapaian TUJUAN dari tim kerja yang dipimpin dalam konsep SMART (Specific, Measureable, Achievable, Realistic and Timed) adalah mutlak harus dikuasai dan terstruktur dalam menjelaskannya.
Hal tersebut yang membuat tim kerja akan mengerti bagaimana mereka mencapai goal-nya dengan terstruktur, bertahap, dan ada tenggat waktu yang harus mereka sepakati.
7. INTEGRITY
Prinsip terakhir yang juga sangat penting adalah integritas, yaitu apa yang dikatakan adalah itu yang dilakukan (walk the talk). Tim kerja akan selalu mencontoh dari bahasa, gerak tubuh, bahkan intonasi yang dilakukan oleh pimpinan karena biasanya seorang pimpinan akan menjadi figur yang baik untuk dicontoh. Hal inilah yang akan membedakan bagi para pimpinan yang memang hanya menjadi profesi dibandingkan dengan pimpinan sebagai identitas.
Kunci sukses menjalankan bisnis adalah tentang values. Oleh karena itu, seorang pimpinan harus sangat pandai beradaptasi dengan beberapa sifat dan karakter individu agar teknik atau metode memimpin yang digunakannya dapat menghasilkan solusi yang tepat bagi timnya.
