HarianBernas.com-Film yang bertokoh utama, Wiji Thukul, “Istirahatlah Kata-Kata”, resmi diputar untuk pertama kalinya pada hari Selasa (9/8) pukul sebelas siang waktu Swiss. Film ini diputar di depan lima ratus orang. Film garapan Yosep Anggi Noen ini menuai applause panjang setelah film berakhir.
Sebelum film diputar, Carlo Chatrian, direktur artistik Locarno International Film Festival menyampaikan sambutannya untuk film “Istirahatlah Kata-Kata”. Dalam pengantarnya, ia menerangkan kalau film ini bercerita tentang seorang aktivis, penulis puisi, sekaligus ayah yang mempunyai andil dalam perkembangan demokrasi Indonesia.
Abduh Aziz, Direktur Produksi Film Negara menyebutpihaknya sangat mendukung film “Istirahatlah Kata-Kata” bisa diputar di Indonesia. Selain itu, diterimanya Istirahatlah Kata-Kata di Locarno International Film Festival menunjukan Indonesia berlimpah kisah-kisah tentang kemanusiaan yang bisa dibuat film.
?Film ini harus tayang di bioskop Indonesia,? ucap pernyataan Abduh Aziz.
Saat seorang penonton bertanya, Apakah generasi muda Indonesia tahu Wiji Thukul? Produser film “Istirahatlah Kata-Kata”, Yulia Evina Bhara menjawab ?Untuk itu, film ini dibuat agar generasi muda Indonesia belajar tentang sejarah, demokrasi diperjuangkan oleh banyak orang, salah satunya, Wiji Thukul.?
Produksi film “Istirahatlah Kata-Kata” berkolaborasi dengan Muara Foundation, Partisipasi Indonesia, KawanKawan Film, dan LimaEnam Films. Film ini direncanakan diputar di bioskop Indonesia akhir 2016.
