YOGYAKARTA, HarianBernas.com– Badan Pusat Statistik Yogyakarta menyebut kenaikan harga tiket pesawat dan komoditas pangan berpengaruh terhadap laju inflasi selama Juli 2016, Minggu (31/7).
“Kami perkirakan trennya bisa jauh tinggi dari inflasi pada Juni di kisaran 0,43 persen,” jelas Bambang Kristiyanto, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) di Yogyakarta.
Inflasi selama Juli 2016 tidak semata-mata dipengaruhi komoditas pangan yang selalu dipengaruhi pertumbuhan inflasi di DIY, tetapi juga dipengaruhi kenaikan harga tiket angkutan udara pada minggu pertama dan minggu kedua Lebaran.
“Tiket pesawat terbang memberi andil mencapai 0,31 persen kepada inflasi Juli 2016,” ucapnya.
Selama Lebaran, Yogyakarta menjadi destinasi wisata yang banyak didatangi wisatawan untuk liburan. Namun, jumlah komoditas pangan belum sebanding dengan tingginya kebutuhan. Komoditas yang paling berpengaruh, yaitu daging ayam, cabai, beras, dan daging sapi.
Laju inflasi bulan Juli tahun 2016 akan jauh lebih rendah daripada Lebaran 2015 di kisaran 0,63 persen karena dipengaruhi terjaganya harga dan pasokan bahan bakar minyak (BBM).
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Juni 2016 senilai 0,43 persen. Inflasi diakibatkan kenaikan harga beragam komoditas bahan makanan sejak awal Juni sampai jelang Lebaran.
Sesuai data pemantauan harga kebutuhan pokok Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) DIY di Pasar Beringharjo per 25 Juli 2016, 1.Harga gula pasir dari Rp13.000 naik Rp16.000 per kg, bawang merah masih di Rp37.000 per kg, cabai merah keriting Rp23.000 per kg, cabai merah besar Rp20.000 per kg, beras medium Rp9.700 per kg, minyak goreng Rp9.500 per kg, daging ayam Rp32.000 per kg, dan telur ayam broiler Rp19.800 per kg.
