HarianBernas.com – Menyusuri jalanan menuju pantai Indrayanti , dibuai semilir angin dari AC bus yang mem permainkan rambutku hingga menari nari di wajahku. Pemandangan deretan bukit di kanan kiri bak layar lebar yg menyuguhkan pemandangan nan indah yang sering saya tonton di Channel National geographic. Roda bus terus melaju seriama dengan alunan lagu “Yogyakarta” nya KLA Project, membuat Perjalanan ini terasa menyenangkan, karena sejenak break dari kegiatan kampus dan bisnis saya .
Sedikit terkantuk di kursi bus yang tak terisi penuh ini, pikiran saya kembali pada acara pertemuan APTISI wilayah Kopertis V di Kantor Bupati Gunungkidul tadi pagi, bersama ibu Bupati gunung Kidul dan pak Bupati Pacitan.
Hal yang paling “nancep” dihati saya, bukanlah saat pak Bupati Pacitan, Pak Ishartato menjelaskan mengenai program Pawonsari alias program terpadu antar daerah Pacitan Wonogiri Wonosari, melainkan saat beliau menceritakan jalan hidupnya sehingga bisa mendudukkan jabatan orang nomor satu di Pacitan.
Pak Ishartato bertutur ?Bapak Ibu, saya tidak pernah bermimpi bisa menjadi Bupati Pacitan, sebelumnya saya mengabdi sebagai PNS di Pemda Pacitan selama 35 tahun. Awalnya karir PNS saya dimulai sebagai Sopir Bupati”. Wahh… langsung saja semua yang ada diruang pertemuan itu memberikan reaksi yang berbeda beda, namun menunjukkan kekaguman dan apresiasi.
Bupati Pacitan itu melanjutkan “saya menjadi Bupati juga tanpa mengeluarkan uang sedikitpun” sembari tersenyum?Wow… Kami semua bertambah heran , berkasak kusuk dengan teman duduk disebelahnya, bahkan ada yang bertanya.
Kok bisa ya pak? Setengah tidak percaya kemudian Pak Ishartato bercerita bahwa masyarakat yang mendukungnya, dan saat sebuah partai melamar nya dan mencalonkannya sebagai Bupati, partai itu yang membiayai sepenuhnya, karena beliau tidak memiliki dana untuk “nyaleg”.
Akhirnya hasilnya happy ending…beliau lancar dan terpilih menjadi Bupati dengan suara terbanyak, tanpa mengeluarkan uang untuk berkampanye, tapi karena didukung oleh masyarakatnya… Hebat ya?
Nah, mari kita bahas, kira kira apa ya yang menyebabkan pak Ishartato sang sopir Bupati bisa menjadi Bupati ?
Menurut John C Maxwell, faktor kepemimpinan yang paling penting adalah INTEGRITAS. Sayangnya, pemimpin yang mempunyai Integritas tinggi semakin sulit kita dapatkan pada jaman sekarang. Ditengah dunia yang terus mengalami perubahan karena perkembangan teknologi yang pesat, menyebabkan banyak orang yang mengejar kepentingan pribadi , kesenangan pribadi, dan jalan pintas menuju sukses.
Sama halnya dalam dunia bisnis, orang lebih mudah melakukan perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan etika dan hukum, serta menghalalkan segala cara untuk mendapatkan profit.
Jawaban mengapa Pak Ishartato bisa didukung penuh oleh masyarakatnya menjadi Bupati Pacitan, adalah seperti yang juga dikatakan oleh Dwight Eisenhower, bahwa “supaya bisa menjadi pemimpin, seseorang harus mempunyai pengikut. Untuk mempunyai pengikut, seseorang harus punya keyakinan diri dan memiliki INTEGRITAS dan tujuan yang luhur, tanpa Integritas tidak mungkin ada sukses yang sesungguhnya. Ajaran dan tindakannya harus sesuai, sekali ketahuan yang dilakukannya tidak sesuai atau palsu, maka pemimpin itu akan gagal”.
Pak Ishartato mempunyai Integritas tinggi dan rekam jejaknya sudah terbukti selama 35 tahun mengabdi sebagai PNS , berproses dari sopir Bupati dan tetap mengedepankan kerja keras, jiwa pengabdian, selalu rendah hati, mau belajar hal yang baru, dan sekali lagi yang paling penting adalah memiliki INTEGRITAS.
Seperti halnya dalam berbisnis, sebagai business owner , sebagai pemimpin di perusahaan , berapapun skala bisnis kita, harus tetap mengutamakan Integritas. Menjadi pengusaha adalah berproses, dari apa yang bisa kita lakukan dengan modal yang kita miliki, ditambah dengan ketekunan, kerja keras dan jujur.
Ingat, sebagai Pimpinan diperusahaan kita, apa yang kita lakukan akan selalu diamati dan diikuti oleh karyawan kita. Baik buruknya perusahaan akan tergantung pada watak dan sikap pemimpinnya, maka ayukk…mulailah kita berlatih menjadi pemimpin yang memiliki INTEGRITAS tinggi, apa yang dilihat orang , itulah kita yang sebenarnya, tanpa kebohongan, tanpa kemunafikan.
Karena hanya pemimpin yang demikian, yang bisa membuat bisnis yang menurun menjadi bangkit kembali, karena para karyawannya percaya penuh kepada itikad baik pemimpinnya.
Mulailah menjadi waiter di cafe sekarang, suatu hari anda akan menjadi pemilik cafe yang cozy . Semangatlah menanam jahe di lahan orang, suatu hari anda akan menjadi pengusaha jahe beromzet milyaran.
Giatlah menjadi kuli bangunan sekarang, suatu hari anda akan menjadi pengusaha property yang sukses. Apapun yang ada lakukan sekarang, jalani dengan penuh Syukur, bersemangat, dan utamakan Integritas.
F. Sisca Diwati
Ketua Umum AMA Indonesia DIY
