GUNUNG KIDUL, HarianBernas.com — Nelayan di kawasan pantai selatan, Gunung Kidul, Yogyakarta, tidak melaut karena tingginya gelombang beberapa hari terakhir ini, Rabu (3/8).
“Kapal-kapal nelayan hanya ditambatkan di Pantai Baron. Saat ini, kondisi gelombang laut tidak bersahabat,” jelas Sugino, salah seorang nelayan Pantai Baron yang sudah empat hari tidak melaut.
Kondisi tak bersahabat tersebut terjadi karena cuaca buruk sejak sepekan lalu, yaitu gelombang tinggi beserta angin kencang yang menerjang kawasan pantai selatan.
“Kalau dipaksa melaut sangat bahaya,” imbuhnya.
Untuk mengisi waktu senggang, sebagian nelayan memperbaiki jaringnya yang rusak dan sebagian lagi, mulai kerja serabutan untuk mencari penghasilan tambahan. Ada yang beralih menjadi tukang foto cetak dan ada juga yang menganggur karena pencarian utamanya melaut.
Setiap awal Agustus, kondisi gelombang pantai selatan selalu tinggi, meski kenaikan gelombang bulan ini begitu besar. Sugino berharap gelombang pantai selatan segera turun agar dirinya bisa melaut kembali untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Sementara itu, Kepala BPBD Gunung Kidul, Budhi Harjo mengimbau ke seluruh masyarakat di kawasan pantai selatan Gunung Kidul agar terus waspada. Warga diperingatkan tidak melakukan aktivitas di sekitar bibir pantai karena gelombang tinggi sering mengakibatkan kecelakaan laut. Kerapkali, wisatawan juga terseret ombak sehingga membahayakan keselamatan.
“Informasi BMKG memang ada kenaikan beberapa feet pada Agustus ini,” jelasnya.
Budhi Harjo mengimbau seluruh warga agar tidak banyak melakukan aktivitas di sekitar bibir pantai karena sering kali gelombang tinggi mengakibatkan kecelakaan laut.
